Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi Whatsapp - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mencatat hasil voting dari pesan yang dikirim satu per satu tentu memakan waktu bahkan bisa menjadi spam di grup WhatsApp Anda. Ada cara yang lebih mudah dan efisien, tanpa perlu repot mencatat yakni dengan fitur Polling di WhatsApp.
Fitur ini memudahkan admin dan anggota untuk melihat hasil voting dalam bentuk persentase suara di setiap pilihan termasuk siapa saja yang sudah dan belum mengisi polling, sehingga tidak ada lagi anggota yang suaranya tidak tercatat.
Dengan demikian diskusi memilih tempat makan siang, liburan, kumpul, rapat atau hal penting lainnya pun jadi lebih mudah. Sebelum membuat fitur ini pastikan aplikasi WhatsApp versi yang terbaru.
Berikut cara membuat polling di grup chat WhatsApp tanpa ribet. WA biar gak ribet catat satu-satu:
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
1. Buka Aplikasi WhatsApp dan buka grup chat yang ingin Anda buat ‘Polling”
2. Klik “Attachment/Lampiran” atau ikon tanda klip pada kolom mengirim pesan.
3. Nantinya akan muncul pilihan “Poll” lalu ketuk untuk membuat polling.
4. Selanjutnya Anda dapat mengisi Polling yang terdiri dari pertanyaan dan opsi pilihan sesuai dengan kebutuhan.
5. Setelah selesai, ketuk ikon "Kirim/Send" di kanan bawah dan secara otomatis kolom polling akan muncul di grup WhatsApp.
Opsi pada polling sendiri terbatas hingga 12 pilihan saja dan dapat diurutkan sesuai keinginan dengan menahan ikon garis pada opsi kemudian dapat digeser.
Perlu diingat jika ingin mendapatkan satu suara jangan lupa untuk mematikan opsi “Allow multiple answer/Izinkan banyak jawaban”. Kini setiap anggota grup WhatsApp dapat memilih hanya dengan mengklik salah satu opsi yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.