Cara Bikin Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri

Jumali
Jumali Senin, 13 Juli 2026 09:27 WIB
Cara Bikin Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri

Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah derasnya notifikasi dari berbagai aplikasi, banyak pengguna ponsel kerap kesulitan membedakan pesan yang benar-benar penting dengan notifikasi biasa. WhatsApp memang menjadi aplikasi komunikasi utama bagi jutaan orang, tetapi suara notifikasi yang sama sering membuat pengguna terlambat menyadari pesan masuk.

Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan membuat nada dering WhatsApp yang menyebut nama sendiri. Selain unik, metode ini membuat notifikasi terasa lebih personal sehingga lebih mudah menarik perhatian.

Tren personalisasi notifikasi ini semakin populer karena dapat dilakukan tanpa aplikasi berbayar maupun modifikasi sistem ponsel. Pengguna hanya perlu memanfaatkan layanan text-to-speech (TTS) yang tersedia secara gratis di internet.

Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah Sound of Text. Layanan ini memungkinkan pengguna mengubah teks menjadi suara digital yang kemudian dapat diunduh dalam format MP3 dan dijadikan nada notifikasi.

Cara membuatnya cukup sederhana. Pengguna dapat membuka situs resmi Sound of Text melalui browser ponsel atau komputer.

Setelah halaman terbuka, masukkan kalimat yang ingin dijadikan suara notifikasi. Misalnya, "Ada pesan WhatsApp untuk Budi", "Notifikasi masuk, Siska", atau "Pesan baru sudah datang".

Selanjutnya pilih bahasa Indonesia pada bagian suara, lalu tekan tombol untuk memproses teks menjadi audio. Dalam beberapa detik, sistem akan menghasilkan file suara yang dapat langsung diputar maupun diunduh.

Agar hasilnya terdengar jelas saat notifikasi berbunyi, sebaiknya gunakan kalimat singkat dengan panjang sekitar lima hingga delapan kata. Kalimat yang terlalu panjang berpotensi terpotong karena durasi notifikasi biasanya hanya berlangsung beberapa detik.

Apabila layanan Sound of Text sedang tidak dapat diakses, pengguna dapat memanfaatkan alternatif lain seperti NaturalReader, TTSMaker, maupun layanan Google Text-to-Speech yang juga mendukung bahasa Indonesia.

Setelah file suara berhasil diunduh, tahap berikutnya adalah menjadikannya sebagai nada notifikasi WhatsApp.

Pada perangkat Android, langkah pengaturan dapat berbeda tergantung merek ponsel yang digunakan. Namun secara umum pengguna perlu membuka menu Pengaturan, masuk ke bagian Aplikasi atau Notifikasi, memilih WhatsApp, lalu mengganti suara notifikasi dengan file audio yang telah diunduh.

Beberapa perangkat mungkin meminta pengguna memindahkan file MP3 ke folder Notifikasi agar dapat dikenali oleh sistem. Jika opsi pemilihan file tidak muncul, pastikan format audio yang digunakan adalah MP3 dan tersimpan di memori internal perangkat.

Selain menggunakan nama sendiri, pengguna juga dapat membuat variasi suara yang lebih kreatif. Misalnya menggunakan kalimat "Jangan lupa balas pesan", "Grup keluarga sedang aktif", atau "Ada chat penting menunggu".

Bahkan, pada beberapa perangkat, pengguna dapat menerapkan nada notifikasi berbeda untuk kontak tertentu sehingga pesan dari keluarga, pasangan, atau rekan kerja memiliki identitas suara yang berbeda.

Meski terlihat sederhana, personalisasi notifikasi memiliki sejumlah manfaat. Selain membantu membedakan pesan penting, suara yang unik juga membuat pengguna lebih cepat merespons notifikasi tanpa harus terus-menerus memeriksa layar ponsel.

Namun demikian, pengguna tetap perlu mempertimbangkan aspek privasi. Hindari menggunakan nama lengkap atau informasi pribadi yang terlalu spesifik, terutama jika ponsel sering digunakan atau dipinjam orang lain.

Dengan memanfaatkan layanan text-to-speech gratis, siapa pun kini dapat membuat pengalaman menggunakan WhatsApp menjadi lebih menarik dan personal. Hanya dalam beberapa menit, notifikasi standar dapat berubah menjadi suara unik yang langsung menyebut nama pemilik ponsel saat pesan baru masuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online