Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Logo Samsung/Ist-Samsung
Harianjogja.com, JAKARTA—Samsung dikabarkan akan memulai proses produksi produk wearable baru, yang sebelumnya ramai diperbincangkan, Galaxy Ring pada bulan depan.
BACA JUGA: Samsung Percepat Pembuatan Chipset M2
Menurut laman GSMArena, Sabtu (29/7/2023), Samsung dikabarkan telah merampungkan pengembangan dari produk berbentuk cincin itu dan akan memulai produksi bulan depan.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga telah memiliki pemasok perangkat keras yang dibutuhkan untuk cincin Galaxy Ring sehingga perusahaan tersebut tinggal menentukan kapan proses produksi massal dapat dimulai.
Meskipun waktu produksi semakin dekat, Samsung baru akan merilis Galaxy Ring pada 2024 mendatang. Selain karena harus melewati sejumlah proses regulasi, produk tersebut juga perlu menjalani serangkaian proses sertifikasi untuk mendapatkan status sebagai perangkat medis.
Sebelumnya, perangkat wearable Samsung, Galaxy Watch, yang menawarkan fitur kemampuan deteksi ritme jantung juga telah melewati proses sertifikasi perangkat medis.
Proses sertifikasi tersebut dapat berlangsung selama beberapa bulan sehingga Galaxy Ring baru dapat diluncurkan ke pasaran pada tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Prabowo menyebut relief Ramayana di Candi Prambanan menjadi saksi kedekatan peradaban Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun.
Toyota kembali membuka pemesanan Land Cruiser 70 di Australia dengan mesin 2.800 cc yang kini memenuhi standar emisi Euro 6d.
Komdigi menegaskan media lokal harus menjaga kepercayaan publik, kredibilitas, dan mengembangkan jurnalisme positif di era digital.
Bank Mandiri memperkuat keamanan transaksi digital melalui sistem proteksi berlapis untuk menjaga kenyamanan dan data nasabah.
Prabowo dan Narendra Modi meluncurkan kolaborasi Indonesia-India untuk konservasi Candi Prambanan, termasuk revitalisasi candi perwara.