Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah perusahaan Jepang baru-baru ini mengembangkan filter kecerdasan buatan atau AI yang dapat mendeteksi jeritan kemarahan dan menerjemahkannya menjadi ucapan yang lebih tenang. Fitur ini diklaim mampu mengurangi stres yang dialami oleh operator call center atau pusat panggilan.
Perusahaan-perusahaan teknologi besar telah lama menyadari tekanan yang dihadapi operator pusat panggilan mereka setiap hari. Seperti diketahui, ada banyak pelanggan yang melampiaskan kemarahan dan frustrasinya kepada operator call center. Beberapa dari mereka bahkan telah memperkenalkan program manajemen stres yang mencakup teknik relaksasi, meditasi, yoga, atau terapi yang ditujukan untuk mengatasi sifat lekas marah dan cemas kepada para operator.
Namun, sebuah perusahaan Jepang yang mengembangkan filter AI inovatif bernama SofBank mungkin telah menemukan solusi yang jauh lebih efisien. Mereka menggunakan AI untuk sepenuhnya menghilangkan teriakan-teriakan dan ucapan agresif, kemudian menerjemahkannya menjadi ucapan yang lebih tenang.
BACA JUGA: Supermarket di Jepang Punya Kasir Jalur Lambat untuk Lansia
SofBank mengklaim telah menghabiskan waktu tiga tahun untuk menciptakan filter suara yang mendeteksi teriakan dan secara otomatis menerjemahkannya menjadi ucapan yang tenang.
“Kami mengembangkan sistem penekan emosi sebagai respons terhadap masalah sosial pelecehan pelanggan terhadap karyawan call center dan untuk melindungi mereka,” kata Toshiyuki Nakatani dari Soft Bank, dikutip dari Oddity Central.
Filter suara SoftBank terdiri dari dua tahap, tahap pertama yaitu AI mengidentifikasi suara marah dan mengekstrak poin-poin penting dari ucapan, kemudian tahap kedua AI menggunakan alat akustik untuk mengubahnya menjadi nada yang lebih alami, bahkan sopan.
Menariknya, filter tersebut tidak mengubah kata apa pun yang diucapkan orang tersebut, namun secara signifikan memperhalus intonasinya. Operator call center akan tetap mendengar hinaan apa pun yang diucapkan, hanya dengan nada lembut, yang seharusnya membantu mengurangi stres dan kecemasan mereka.
BACA JUGA: Lebih dari 7 Meter, Inilah Sepeda Raksasa yang Pecahkan Rekor Tertinggi di Dunia
Untuk melatih AI, para insinyur SoftBank meminta 10 aktor untuk mencatat setidaknya 100 frasa umum termasuk teriakan, tuduhan, ancaman, dan tuntutan permintaan maaf. Secara total, lebih dari 10.000 data suara digunakan untuk melatih filter AI.
Meski belum jelas kapan SoftBank berencana untuk mengimplementasikan AI yang mampu menyaring teriakan ke dalam pusat panggilannya, namun akan menarik untuk melihat seberapa baik cara kerjanya dan bagaimana hal ini berdampak pada kesejahteraan emosional para operator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.