512 Santri Keracunan, BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari
BGN memberikan suspend 30 hari kepada SPPG Sidoarjo Tanggulangin setelah 512 santri keracunan. Investigasi penyebab masih dilakukan.
Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi dunia, Meta diprediksi akan menghasilkan pendapatan antara 2 miliar dolar AS (Rp33 triliun) hingga 3 miliar dolar AS (Rp49,5) pada tahun 2025 dari produk kecerdasan buatan (AI) generatifnya.
Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat, diperkirakan Meta juga akan menerima pendapatan jangka panjang yakni antara 460 miliar dolar AS (Rp7,5 kuadriliun) hingga 1,4 triliun dolar AS (Rp23 kuadriliun) pada tahun 2035, menurut dokumen pengadilan yang dibuka baru-baru ini.
Dokumen tersebut diajukan oleh pengacara para penulis buku yang menggugat Meta karena diduga menggunakan karya mereka secara tidak sah untuk melatih AI milik perusahaan.
Baca juga: Uni Eropa kenakan denda 700 juta euro kepada Apple dan Meta
Meski dokumen itu tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud Meta dengan “produk AI generatif,” publik sudah mengetahui bahwa raksasa teknologi ini memperoleh pendapatan dari berbagai jenis layanan AI generatif mereka.
Meta memiliki perjanjian bagi hasil dengan sejumlah perusahaan yang menyimpan kumpulan model open-source Llama miliknya. Perusahaan tersebut juga baru-baru ini meluncurkan API untuk menyesuaikan dan mengevaluasi model Llama.
Selain itu, Meta AI, asisten virtual milik Meta, nantinya dapat menampilkan iklan dan menawarkan opsi berlangganan dengan fitur tambahan, menurut CEO Mark Zuckerberg dalam laporan pendapatan kuartal pertama.
Baca juga: Meta gunakan AI untuk deteksi pemalsuan umur pengguna di Instagram
Dokumen pengadilan tersebut juga mengungkap bahwa Meta menghabiskan dana sangat besar untuk pengembangan produk AI-nya.
Pada tahun 2024, anggaran untuk divisi “GenAI” Meta melebihi 900 juta dolar AS (14,8 triliun) dan diperkirakan akan melampaui 1 miliar dolar AS (Rp16,5 triliun) tahun ini. Angka ini belum termasuk infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankan dan melatih model AI.
BACA JUGA: Meta PHK Lagi Ratusan Karyawan, Tenaga di Divisi Ini Bakal Dikurangi
Sebelumnya, Meta mengatakan akan mengalokasikan dana sebesar 60 miliar dolar AS (Rp 990 triliun) hingga 80 miliar (Rp1,4 kuadriliun) untuk belanja modal pada 2025, terutama untuk pembangunan pusat data skala besar.
Baca juga: Meta akan latih model AI dengan data pengguna FB dan IG di Uni Eropa
Anggaran tersebut bisa saja lebih tinggi jika Meta memutuskan untuk membeli lisensi dari para penulis yang menggugat.
Sebagai contoh, pada 2023 Meta sempat mempertimbangkan untuk mengeluarkan lebih dari 200 juta dolar AS (Rp3,3 triliun) guna memperoleh data pelatihan untuk Llama, termasuk 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) khusus untuk pembelian buku.
Namun, menurut dokumen tersebut, perusahaan akhirnya memilih jalur lain yaitu mengunduh ebook bajakan secara besar-besaran.
Sementara itu, juru bicara Meta menepis tuduhan para penulis buku tersebut.
"Penggunaan wajar atas materi berhak cipta sangat penting dalam hal ini. Kami tidak setuju dengan klaim para penulis, dan catatan lengkap menunjukkan cerita yang berbeda. Kami akan terus membela diri secara tegas dan melindungi pengembangan AI generatif demi manfaat bersama,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN memberikan suspend 30 hari kepada SPPG Sidoarjo Tanggulangin setelah 512 santri keracunan. Investigasi penyebab masih dilakukan.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.