Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Ilustrasi Kantor Nissan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan dikabarkan bersiap menjual kantor pusatnya di Yokohama, Jepang. Langkah ini dilakukan menyusul kesulitan keuangan yang menimpa Nissan.
BACA JUGA: Nissan Bakal PHK 10.000 Pekerjanya
Nikkei Asia melaporkan, penjualan kantor pusat Nissan di Yokohama, Jepang direncanakan sebelum Marey 2026. Gedung ini sudah menjadi markas utama perusahaan sejak pindah dari Tokyo pada 2009 dan berada tak jauh dari Stasiun Yokohama. Adapun nilai dari kantor Nissan di Yokohama itu diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar yen, atau sekitar Rp12 triliun.
Dengan penjualan kantor pusat, maka Nissan akan terbantu dalam upaya menggalang dana guna menutup tujuh dari 17 pabrik globalnya yang saat ini sedang dalam kondisi kurang menguntungkan. Meskipun saat ini, belum ada kepastian soal langkah Nissan setelah menjual kantor pusatnya itu. Namun skenario paling masuk akal adalah perusahaan akan tetap menyewa kembali gedung tersebut setelah berpindah kepemilikan.
Strategi itu sebelumnya dilakukan oleh McLaren saat menjual markas mereka di Woking, Inggris, senilai USD 237 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun, lalu meneken kontrak sewa selama 20 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.