Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Negara Bagian New York, Amerika Serikat, resmi mewajibkan platform media sosial menampilkan label peringatan untuk mengingatkan anak-anak dan remaja mengenai potensi dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental.
Dilansir dari Engadget, Minggu (28/12/2025), kebijakan tersebut tertuang dalam rancangan undang-undang yang telah disahkan oleh badan legislatif Negara Bagian New York pada Juni lalu dan resmi ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur New York Kathy Hochul pada Jumat (26/12).
“Menjaga keselamatan warga New York selalu menjadi prioritas utama saya sejak menjabat, termasuk melindungi anak-anak dari potensi bahaya fitur media sosial yang mendorong penggunaan berlebihan,” ujar Kathy Hochul dalam pernyataannya.
Aturan ini menyasar platform media sosial yang memiliki fitur-fitur yang dinilai dapat memicu penggunaan berlebihan, seperti pengguliran tanpa batas (infinite scrolling), pemutaran otomatis (auto-play), penghitung tanda suka (like count), serta umpan berbasis algoritma (algorithmic feeds).
Platform media sosial diwajibkan menampilkan label peringatan saat pengguna pertama kali berinteraksi dengan fitur-fitur tersebut. Selain itu, peringatan juga harus ditampilkan kembali secara berkala. Label tersebut berisi informasi mengenai potensi dampak buruk penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental anak dan remaja.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh platform media sosial yang dapat diakses di wilayah Negara Bagian New York. Sebelumnya, Gubernur Hochul juga telah menandatangani dua undang-undang lain yang bertujuan memperkuat perlindungan anak dari risiko penggunaan media sosial secara berlebihan.
Kekhawatiran terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda terus meningkat. Sejumlah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara intensitas penggunaan media sosial dengan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi pada anak-anak dan remaja.
New York bukan satu-satunya wilayah yang mengambil langkah ini. Negara Bagian California dilaporkan tengah mengusulkan rancangan undang-undang serupa. Di tingkat global, Australia tercatat sebagai negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak, sementara Denmark disebut akan mengikuti kebijakan tersebut.
Pada tahun lalu, Kepala Dokter Bedah Amerika Serikat juga menyerukan agar platform media sosial dilengkapi dengan label peringatan. Ia menyoroti data yang mengaitkan penggunaan media sosial dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda.
Meski demikian, para ahli menilai dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak bersifat multifaktor dan masih terus menjadi objek penelitian lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026