Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Mobil listrik Xiaomi. (ANTARA/ mi.com)
Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 67 mobil listrik dari berbagai merek menjalani uji ketahanan di suhu ekstrem minus 25 derajat Celsius di Yakeshi, China. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa andal kendaraan listrik saat menghadapi musim dingin ekstrem.
Uji coba tersebut digelar oleh Autohome, salah satu situs otomotif terbesar di China, dan tercatat sebagai pengujian mobil musim dingin terbesar di dunia menurut Guinness World Records.
Puluhan mobil listrik yang diuji berasal dari berbagai segmen, mulai dari mobil mungil dengan harga sekitar 60.000 yuan atau setara Rp143 juta hingga mobil mewah dengan banderol di atas 2 juta yuan atau sekitar Rp4,7 miliar.
Cuaca dingin ekstrem diketahui berdampak signifikan terhadap performa mobil listrik. Suhu rendah memperlambat reaksi kimia di dalam baterai, sehingga kapasitas energi menurun dan waktu pengisian daya menjadi lebih lama.
Dalam pengujian ini, seluruh kendaraan diuji melalui tujuh skenario, antara lain jarak tempuh hingga baterai habis, kecepatan pengisian daya, serta kemampuan sistem pemanas kabin.
Pada kategori jarak tempuh, XPeng P7 versi penggerak semua roda menjadi yang terbaik dengan capaian 53,9 persen dari klaim jarak tempuh resmi. Posisi berikutnya ditempati BYD Yangwang U7 dengan 51,8 persen dan Zeekr 001 sebesar 49,6 persen.
Sementara itu, Tesla Model Y hanya mampu menempuh 35,2 persen dari jarak tempuh yang diklaim dan berada di posisi ke-31. Performa terendah dicatat Li Auto L8 dengan capaian 34,8 persen.
Dari sisi efisiensi energi, mobil berukuran kecil dan ringan terbukti lebih unggul. BYD Seagull mencatat konsumsi energi 23,5 kWh per 100 kilometer, disusul Geely Xingyuan dan BYD Seal 06.
Untuk segmen SUV, Xiaomi YU7 mencatat konsumsi energi 33,7 kWh per 100 kilometer, sedikit lebih efisien dibanding Tesla Model Y yang mencapai 34,9 kWh per 100 kilometer.
Kecepatan pengisian daya juga menjadi sorotan dalam kondisi suhu ekstrem. Avatr 07 tercatat sebagai yang tercepat dengan waktu pengisian dari 30 persen ke 80 persen hanya 15 menit. Xiaomi YU7 membutuhkan waktu 31 menit, sedangkan Tesla Model Y sekitar 35 menit.
Hasil pengujian ini menunjukkan meski teknologi mobil listrik terus berkembang, suhu dingin ekstrem masih memberikan dampak besar terhadap performa baterai. Bahkan kendaraan dengan performa terbaik pun kehilangan hampir setengah jarak tempuhnya saat beroperasi di kondisi beku. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang tinggal di wilayah bersuhu dingin ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.