Advertisement

China Adukan Ancaman Keamanan Satelit Starlink ke PBB

Jumali
Rabu, 07 Januari 2026 - 11:47 WIB
Jumali
China Adukan Ancaman Keamanan Satelit Starlink ke PBB Ilustrasi Starlink.Starlink - SpaceX

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah China melayangkan pengaduan resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait ancaman keamanan dari konstelasi satelit Starlink milik SpaceX. Beijing menilai ekspansi besar-besaran satelit Starlink berpotensi mengganggu keselamatan aktivitas di orbit rendah Bumi.

"Konstelasi semacam itu memadati sumber daya frekuensi-orbit dan secara signifikan meningkatkan risiko tabrakan," ujar perwakilan China, sebagaimana dikutip dari The Independent, Rabu (7/1/2026).

Advertisement

Dalam laporannya, China mengungkit kembali insiden tahun 2021 ketika satelit Starlink hampir menabrak stasiun luar angkasa China (Tiangong). Kejadian tersebut dinilai sangat berbahaya karena mengancam keselamatan para astronaut yang tengah bertugas.

Saat ini, dominasi SpaceX di luar angkasa memang sangat mencolok. Dari total 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi, sebanyak 8.500 unit atau sekitar 66% di antaranya merupakan milik Starlink.

Angka tersebut diprediksi akan terus membengkak mengingat ambisi besar Elon Musk yang menargetkan konstelasi Starlink berkembang hingga lebih dari 42.000 satelit. Hingga kini, SpaceX telah mengantongi izin peluncuran untuk 12.000 unit satelit yang masing-masing memiliki masa pakai sekitar lima tahun sebelum nantinya dibakar di atmosfer Bumi.

Menariknya, di tengah protes tersebut, China juga tengah mengembangkan proyek tandingan untuk bersaing dengan SpaceX. Proyek yang didukung pemerintah Beijing ini ditargetkan mampu memproduksi dan meluncurkan lebih dari 15.000 satelit secara massal pada tahun 2030.

Sebelumnya, pihak SpaceX telah mengumumkan rencana konfigurasi ulang seluruh konstelasi satelitnya. Perusahaan berencana menurunkan ketinggian operasional seluruh unit satelit dari 550 km menjadi 480 km pada tahun 2026.

"Menurunkan ketinggian satelit akan memadatkan orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa aspek," jelas Wakil Presiden Teknik Starlink SpaceX, Michael Nicolls, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/1/2026).

Nicolls menambahkan bahwa dengan berada di bawah ketinggian 500 km, jumlah puing angkasa (space debris) dan risiko tabrakan pada konstelasi yang direncanakan akan jauh lebih rendah dibandingkan saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jenderal Iran Peringatkan AS, Klaim Militer Kini Lebih Kuat

Jenderal Iran Peringatkan AS, Klaim Militer Kini Lebih Kuat

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 09:17 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement