Advertisement

Presiden Korsel Akui China Lampaui Teknologi Korea Selatan

Jumali
Rabu, 07 Januari 2026 - 07:57 WIB
Jumali
Presiden Korsel Akui China Lampaui Teknologi Korea Selatan Ilustrasi mobil listrik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengakui China kini telah melampaui teknologi dan modal Korea Selatan di sejumlah sektor strategis.

Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara bersama China Media Group (CMG) menjelang kunjungan resminya ke Beijing.

Advertisement

Pengakuan ini muncul di tengah ketatnya persaingan industri bilateral, terutama pada sektor otomotif dan kendaraan listrik (electric vehicle). Menurut Lee, dinamika kerja sama ekonomi kedua negara kini tengah mengalami pergeseran besar.

"Situasi ini membentuk kembali dasar kerja sama ekonomi bilateral antara kedua negara," ujar Presiden Lee, dikutip dari Car News China.

Ia menekankan bahwa hubungan yang dulunya bersifat vertikal—di mana Korea Selatan menjadi penyedia teknologi dan China menyediakan tenaga kerja—kini telah berubah menjadi hubungan horizontal yang lebih setara.

Presiden Lee Jae-myung menyatakan bahwa kolaborasi masa depan harus berfokus pada bidang teknologi canggih seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan industri manufaktur perangkat lunak kendaraan.

Saat ini, China telah mengukuhkan diri sebagai produsen dan eksportir kendaraan energi baru terbesar di dunia. Di sisi lain, Korea Selatan masih menjadi pemain kunci dalam rantai pasok baterai dan elektronika daya global. Namun, produsen mobil China kini gencar memperluas pasar ekspor mereka, termasuk ke semenanjung Korea.

Sektor baterai menjadi area di mana persaingan dan ketergantungan terjadi secara bersamaan. Berikut adalah peta persaingan kedua negara:

- Dominasi China: Menguasai produksi baterai lithium iron phosphate (LFP) global dan pemrosesan material hulu.

- Keunggulan Korea Selatan: Menjadi pemasok utama baterai lithium ternary untuk produsen otomotif global.

- Teknologi Masa Depan: Keduanya tengah beradu cepat dalam penerapan sistem bantuan pengemudi canggih dan kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicles).

Data perdagangan terbaru menunjukkan tren kenaikan ekspor kendaraan China ke Korea Selatan. Hal ini memberikan tekanan besar bagi pemasok komponen lokal Korea Selatan, terutama di bidang motor listrik dan material baterai.

Menutup pernyataannya, Presiden Lee menegaskan pentingnya integrasi rantai pasok industri kedua negara untuk menghindari konfrontasi yang merugikan. Kunjungan kenegaraan ini diharapkan mampu melahirkan kerangka kerja sama baru di bidang manufaktur canggih.

Langkah ini dianggap krusial bagi Korea Selatan untuk menyesuaikan strategi ekonomi di tengah persaingan global yang semakin ketat, sembari tetap menjadikan China sebagai mitra dagang dan basis produksi yang signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Danantara Kembangkan Kompleks Haji RI di Makkah

Danantara Kembangkan Kompleks Haji RI di Makkah

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 04:47 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement