Advertisement

Elon Musk Prediksi AI China Unggul Berkat Cadangan Listrik

Jumali
Kamis, 08 Januari 2026 - 07:47 WIB
Jumali
Elon Musk Prediksi AI China Unggul Berkat Cadangan Listrik Ilustrasi Artificial Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Elon Musk menyebut cadangan listrik besar membuat China berpeluang memimpin pengembangan kecerdasan buatan (AI) dunia.

Hal ini diungkapkan oleh CEO Tesla dan SpaceX itu dalam podcast terbaru 'Moonshots with Peter Diamandis', Musk memprediksi bahwa China segera melampaui Amerika Serikat (AS) dalam kekuatan komputasi dan cadangan chip AI.

Advertisement

Pernyataan ini menjadi sinyal waspada bagi pemerintahan Presiden Donald Trump yang selama ini gencar membendung dominasi teknologi Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menurut Musk, faktor kunci kemenangan China dalam perlombaan AI bukanlah sekadar algoritma, melainkan kemampuan skala pembangkit listrik. Ia memproyeksikan output listrik China akan mencapai tiga kali lipat dari Amerika Serikat pada tahun 2026.

"Berdasarkan tren saat ini, China akan melampaui negara-negara lain di dunia dalam komputasi AI," ujar Elon Musk dikutip dari Business Insider, Kamis (8/1/2026).

Musk menekankan bahwa sistem AI masa depan sangat "haus" daya. Kapasitas listrik yang melimpah memberikan amunisi bagi China untuk membangun pusat data (data center) skala raksasa yang tidak bisa diimbangi oleh infrastruktur AS yang saat ini mulai terbatas.

Meski AS masih membatasi akses China terhadap chip tercanggih seperti seri Blackwell dari Nvidia, Musk menilai strategi tersebut hanya memberikan dampak jangka pendek.

Solusi Mandiri: Musk meyakini China akan segera menemukan solusi teknologi untuk memproduksi atau mengompensasi kekurangan chip mutakhir tersebut.

Penurunan Keuntungan Teknologi: Seiring berkembangnya teknologi, selisih performa antara chip paling canggih dengan generasi di bawahnya akan semakin mengecil, sehingga memudahkan China untuk mengejar ketertinggalan.

Laporan dari Goldman Sachs pada November lalu memperkuat kekhawatiran Musk. Analis menyebutkan bahwa kendala infrastruktur listrik di AS dapat memperlambat kemajuan pengembangan AI nasional.

Sebaliknya, pada tahun 2030, China diprediksi memiliki cadangan daya sebesar 400 gigawatt. Angka ini tiga kali lipat lebih besar dari total kebutuhan listrik seluruh pusat data di dunia.

"Karena AI membutuhkan daya yang sangat besar, pasokan listrik yang andal dan memadai kemungkinan akan menjadi faktor kunci yang membentuk perlombaan ini," tulis analis Goldman Sachs.

Komentar Musk ini sejalan dengan pidato Tahun Baru Presiden China, Xi Jinping. Ia memuji keberhasilan integrasi sains dan teknologi ke dalam industri sepanjang tahun 2025.

"Banyak model AI besar telah bersaing dalam perlombaan menuju puncak, dan terobosan telah dicapai dalam penelitian dan pengembangan chip kita sendiri," tegas Xi Jinping di Beijing pekan lalu. Ia menyebut China kini menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan inovasi tercepat di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bonus Atlet SEA Games Rp480 Miliar Dipastikan dari APBN

Bonus Atlet SEA Games Rp480 Miliar Dipastikan dari APBN

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 23:47 WIB

Advertisement

10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya

10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya

Wisata
| Kamis, 08 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement