Advertisement
Stellantis Suntik Mati Jeep Wrangler 4xe Mulai 2026
Jeep Wrangler 4xe - Stellantis
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa otomotif global Stellantis resmi menghentikan produksi dan penjualan seluruh kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Amerika Utara mulai model tahun 2026, termasuk Jeep Wrangler 4xe yang selama ini mendominasi pasar.
Keputusan besar ini sekaligus mengakhiri riwayat Jeep Wrangler 4xe, yang selama tiga tahun berturut-turut menyandang status sebagai model PHEV terlaris di Amerika Serikat.
Advertisement
Selain itu, dua model populer lainnya, yakni Jeep Grand Cherokee 4xe dan Chrysler Pacifica PHEV, juga akan terdampak kebijakan tersebut.
Langkah drastis ini mengonfirmasi rumor yang sempat beredar setelah model-model plug-in hybrid tersebut dihapus dari situs web resmi Jeep. Juru bicara Stellantis mengungkapkan bahwa alasan utama di balik kebijakan ini adalah adanya pergeseran permintaan pelanggan yang sangat nyata.
BACA JUGA
“Mereka menyatakan akan secara bertahap menghentikan program PHEV, efektif dimulai pada model 2026. Ini adalah pengakuan bahwa selera konsumen di kawasan tersebut telah berubah, menjauh dari mobil hibrida yang masih harus diisi ulang dayanya,” tulis Electrek, Minggu (11/1/2026).
Sebagai kompensasi, Stellantis akan mengalihkan fokus dan sumber dayanya ke pengembangan solusi elektrifikasi yang dinilai lebih kompetitif, terutama kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) biasa dan Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Strategi ini dipilih karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini yang mulai menghindari ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya (charging station) yang belum merata.
Selain faktor selera konsumen, keputusan ini dipengaruhi oleh berakhirnya kredit pajak federal untuk mobil listrik (EV tax credit) sebesar US$7.500 pada akhir September 2025. Hilangnya insentif finansial tersebut secara otomatis mengurangi daya tarik harga PHEV di mata konsumen dan memengaruhi kebijakan strategis perusahaan.
Meski kebijakan ini mengecewakan bagi sebagian penggemar setia, Stellantis bertekad menjadikan teknologi EREV dan hibrida murni sebagai "jembatan" yang lebih praktis menuju elektrifikasi penuh.
Langkah ini diambil untuk mengurangi kekhawatiran jarak tempuh (range anxiety) serta mengatasi tantangan infrastruktur pengisian daya yang belum memadai di berbagai wilayah Amerika Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




