Advertisement
Dilema Truk Robot di China, Teknologi Canggih Hadapi Jalan Rusak
Tangkapan layar instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ekspansi truk logistik tanpa sopir di China menuai sorotan publik karena kerap terkendala kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya siap.
Berbagai rekaman yang viral di media sosial menunjukkan keterbatasan sistem otonom saat berhadapan dengan kondisi jalanan yang kompleks dan interaksi sosial masyarakat pedesaan.
Advertisement
BACA JUGA
Laporan Futurism menyoroti fenomena "ulah" kendaraan otonom, seperti unit Neolix X3 yang tampak kesulitan melintasi jalan berlubang. Bobot baterai lithium yang besar pada sasis diduga membuat suspensi kendaraan tidak stabil saat menghadapi infrastruktur yang kurang memadai. "Jalannya dari era Dinasti Qing, mobilnya dari masa depan," tulis seorang netizen, menyindir kontrasnya kemajuan teknologi dengan realitas fasilitas publik di beberapa wilayah.
Ketidaksiapan kecerdasan buatan (AI) dalam merespons situasi tak terduga juga menjadi sorotan tajam. Insiden mobil otonom ZTO yang terjebak di semen basah hingga aksi warga yang harus menghalangi truk agar tidak melindas jemuran hasil panen menjadi bukti adanya celah dalam sistem sensor. Tantangan ini menunjukkan bahwa algoritma navigasi masih memerlukan adaptasi lebih dalam terhadap kearifan lokal dan aktivitas ekonomi tradisional di tepi jalan umum.
Di balik berbagai kendala tersebut, penetapan teknologi ini berlangsung sangat masif dengan pengoperasian sekitar 10.000 "robovan" oleh Neolix di 300 kota. Di Qingdao sendiri, ribuan unit kendaraan logistik telah menempuh jarak 50 juta kilometer untuk menyelesaikan pengiriman secara mandiri. Selain Neolix, pengembang lain seperti Rino.ai juga telah mengaktifkan 2.000 unit armada serupa di 170 kota, mempertegas ambisi China dalam memimpin digitalisasi logistik global.
Efisiensi yang ditawarkan kendaraan otonom memang menjanjikan masa depan pengiriman barang yang lebih murah dan cepat. Namun, serangkaian insiden di lapangan menjadi pengingat penting bagi produsen seperti Neolix dan Rino.ai untuk terus menyempurnakan teknologi mereka. Harmonisasi antara regulasi, peningkatan infrastruktur jalan, dan kecanggihan sensor menjadi kunci utama agar kehadiran truk robot ini dapat diterima sepenuhnya oleh masyarakat tanpa menimbulkan konflik sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Crane Proyek Kereta Cepat Thailand Ambruk, Kereta Terbelah 28 Tewas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Murai Batu Rp150 Juta di Pleret Bantul Dicuri, Aksi Terekam CCTV
- Pilur Serentak Bantul 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Rp3,8 Miliar
- Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
- Tekan Kecelakaan, Dishub Bantul Pasang 484 Lampu Jalan di 2026
- AKBP Ridho Hidayat Resmi Jabat Kapolres Kulonprogo
Advertisement
Advertisement




