Advertisement
Block Inc PHK 4.000 Karyawan, Jack Dorsey Genjot AI
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang efisiensi berbasis kecerdasan buatan kembali mengguncang industri teknologi. Block Inc memangkas sekitar 4.000 karyawan seusai lonjakan performa AI yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas insinyur lebih dari 40%.
CEO sekaligus pendiri perusahaan, Jack Dorsey, menegaskan bahwa transformasi tersebut bertujuan membangun organisasi yang lebih ramping dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Jumlah tenaga kerja yang sebelumnya mencapai 10.200 orang pada akhir 2025 kini menyusut menjadi di bawah 6.000 karyawan. Angka itu mendekati komposisi pegawai perusahaan pada akhir 2019.
Advertisement
Otomatisasi Cerdas Dorong Produktivitas
Dalam panggilan pendapatan perusahaan, Dorsey menyoroti percepatan kecerdasan model AI eksternal yang dinilai melampaui alat internal mereka, Goose, khususnya untuk tugas pengkodean dan pekerjaan teknis repetitif.
BACA JUGA
"Model-model tiba-tiba menjadi lebih cerdas dengan tingkat yang luar biasa," jelas Dorsey sebagaimana dikutip dari Business Insider pada Jumat (27/2/2026).
Chief Financial Officer Block, Amrita Ahuja, menyebut output per insinyur meningkat lebih dari 40% sejak September. Dengan dukungan AI, pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.
Meski memangkas ribuan posisi tradisional, perusahaan tetap membuka perekrutan untuk talenta teknik senior, khususnya yang memiliki kompetensi dalam pengembangan serta implementasi sistem AI.
Gelombang Efisiensi di Industri Teknologi
Strategi ini mencerminkan tren yang juga ditempuh sejumlah raksasa teknologi global seperti Amazon, Pinterest, dan Salesforce. Perusahaan-perusahaan tersebut kini lebih menitikberatkan pada peningkatan produktivitas berbasis AI dibandingkan ekspansi jumlah tenaga kerja.
Bagi karyawan terdampak, Block menyiapkan paket kompensasi berupa pesangon minimal 20 minggu, tambahan sesuai masa kerja, pemberian ekuitas hingga akhir Mei, enam bulan layanan kesehatan, kepemilikan perangkat kerja, serta tambahan dana sebesar US$5.000.
Total biaya restrukturisasi diperkirakan mencapai US$450–500 juta. Kebijakan ini menegaskan arah baru industri teknologi yang semakin mengandalkan otomatisasi cerdas dan kecerdasan buatan sebagai pendorong utama efisiensi serta pertumbuhan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pelecehan Siswi SLB Jogja Naik ke Penyidikan, Korban Trauma
- Pengawasan Pangan Ramadan di Jogja Nihil Temuan Berbahaya
- RSUD Wates Tambah Layanan Rawat Inap Pasien Gangguan Jiwa
- Satpol PP Bantul Tertibkan 26 Reklame Ilegal di Tiga Kapanewon
- Libur Awal Puasa Sepi, Ini Dampaknya ke Wisata Gunungkidul
Advertisement
Advertisement









