Advertisement
Apple Akuisisi Startup AI Israel Q.ai Rp33 T, Siapkan Revolusi AirPods
Logo Apple - ist - apple inc
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Apple mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI) asal Israel, Q.ai, dengan nilai transaksi mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun.
Akuisisi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Apple dan menandai langkah agresif perusahaan asal Cupertino tersebut untuk mempercepat lompatan teknologi AI pada perangkat wearable seperti AirPods dan Vision Pro.
Advertisement
Calcalistech menyatakan, langkah strategis ini diyakini sebagai respons Apple terhadap persaingan ketat di sektor AI global, khususnya dalam pengembangan interaksi manusia–mesin yang lebih alami dan intuitif.
Apple selama ini dinilai tertinggal dalam menghadirkan fitur AI siap pakai, terutama pada asisten virtual Siri, dibandingkan para pesaingnya.
BACA JUGA
Q.ai dikenal mengembangkan teknologi computer vision canggih yang mampu menganalisis ekspresi mikro wajah atau facial skin micro movements. Teknologi ini memungkinkan sistem membaca sinyal nonverbal pengguna dengan akurasi tinggi melalui pemrosesan citra dan pembelajaran mesin, sehingga perangkat dapat merespons tanpa perlu perintah suara.
Senior Vice President of Hardware Technologies Apple, Johny Srouji, mengonfirmasi bahwa pendekatan Q.ai memiliki nilai strategis besar bagi masa depan perangkat keras Apple. Teknologi tersebut dinilai sejalan dengan visi Apple untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih personal, privat, dan seamless.
CEO Q.ai, Aviad Maizels, menyatakan bahwa bergabung dengan Apple membuka peluang besar untuk mengembangkan teknologi yang selama ini mereka rintis. Integrasi ke dalam ekosistem Apple disebut memungkinkan inovasi Q.ai diterapkan secara masif pada produk konsumen global.
Sejumlah rumor menyebutkan bahwa teknologi Q.ai akan segera diintegrasikan ke dalam Siri, headset Vision Pro, hingga AirPods. Pengguna nantinya dapat berinteraksi dengan perangkat hanya melalui gerakan mata atau ekspresi wajah, seperti mengontrol musik, menjawab panggilan, atau menerjemahkan bahasa secara real-time tanpa suara.
Akuisisi ini juga dinilai sebagai langkah Apple untuk mengejar kompetitor yang lebih dahulu agresif di ranah AI wearable. Meta telah meluncurkan kacamata pintar Ray-Ban berbasis AI, sementara Google, Snap, hingga OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan perangkat fisik untuk mendukung interaksi dengan sistem AI generatif.
Sebelumnya, Apple sempat dikabarkan membatalkan pembaruan besar Siri karena kendala pengembangan AI internal. Dengan mengakuisisi Q.ai, Apple menunjukkan perubahan arah strategi yang lebih berani dan terbuka terhadap investasi besar demi mempertahankan dominasinya di pasar perangkat premium.
Integrasi teknologi Q.ai diprediksi akan mendefinisikan ulang cara manusia berinteraksi dengan gadget sehari-hari. Inovasi ini sekaligus memperkuat ekosistem tertutup Apple dan mengirimkan sinyal kuat bahwa perusahaan siap merebut kepemimpinan pasar wearable AI generasi berikutnya pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
China Eksekusi 11 Terpidana Jaringan Penipuan Lintas Negara
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik
- Disdukcapil Bantul Tuntaskan 1.012 Aktivasi IKD di Panggungharjo
- Tabrakan Beruntun Enam Kendaraan Sempat Lumpuhkan Jalan Magelang
- Beringharjo Tetap Terkendali di Tengah Krisis Sampah Pasar Jogja
- Dispar Sleman Tunda Fasilitas Pilah Sampah di Kaliurang, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement



