6 Aplikasi AI yang Bisa Bikin Notulen Rapat Otomatis
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Foto ilustrasi anak bermain ponsel. - Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Turki tengah menyiapkan regulasi ketat untuk membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif paparan konten digital yang dinilai semakin tidak terkendali.
Seusai kajian internal dilakukan, otoritas menilai intervensi negara diperlukan guna memitigasi risiko terhadap kesehatan mental serta perkembangan kognitif anak-anak. Pemerintah mengkhawatirkan paparan berlebihan terhadap platform digital telah memengaruhi pola pikir, konsentrasi, hingga perilaku sosial remaja.
Laporan TRT World menyebutkan adanya penurunan kemampuan konsentrasi anak hingga 30% dalam satu dekade terakhir. Bahkan, rata-rata rentang perhatian orang dewasa kini disebut hanya sekitar delapan detik. Fenomena ini dinilai berdampak langsung pada dunia pendidikan, di mana siswa semakin sulit mempertahankan fokus saat proses belajar berlangsung.
Menteri Keluarga dan Layanan Sosial, Mahinur Ozdemir Goktas, menegaskan perubahan perilaku digital tersebut telah mempersulit proses belajar mengajar di sekolah. Pemerintah, kata dia, tidak bisa tinggal diam melihat tren penurunan kualitas konsentrasi generasi muda.
Rancangan aturan yang tengah disusun disebut akan mencakup pembatasan usia akses, mekanisme verifikasi yang lebih ketat, serta kemungkinan kewajiban bagi platform untuk memperkuat sistem perlindungan anak. Kebijakan ini juga berpotensi menempatkan Turki sejajar dengan sejumlah negara yang lebih dulu menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur.
Meski demikian, wacana ini juga memicu perdebatan mengenai batas antara perlindungan anak dan kebebasan berekspresi di ruang digital. Pemerintah Turki menegaskan bahwa regulasi tersebut bukan untuk membatasi hak, melainkan memastikan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Pemkot Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif melalui penguatan pencegahan, homecare, layanan primer, dan teknologi digital.
Daop 6 Jogja mencatat 38.266 penumpang menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, dengan Stasiun Jogja jadi pusat mobilitas.
Bansos BPNT dan PKH Agustus 2026 tidak diterima? Simak penyebab nama tidak masuk DTKS dan faktor yang membuat usulan ditolak.
KPK mengungkap pernah melakukan sosialisasi antikorupsi di Unsoed sebelum OTT Rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Norman Arie Prayogo.
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.