Advertisement

Ramadhan 2026, ChatGPT Jadi Andalan Produktivitas dan Bisnis Warga RI

Newswire
Kamis, 26 Februari 2026 - 21:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Ramadhan 2026, ChatGPT Jadi Andalan Produktivitas dan Bisnis Warga RI Ilustrasi - Logo OpenAI dan ChatGPT. (REUTERS - DADO RUVIC)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—OpenAI mencatat lonjakan signifikan penggunaan prompt bertema Ramadhan di aplikasi ChatGPT oleh pengguna di Indonesia. Sepanjang Januari 2026, penggunaan prompt terkait bulan suci meningkat hingga 85 persen dibandingkan periode sebelumnya.

OpenAI menilai tren tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia kian strategis memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk merencanakan aktivitas produktivitas sekaligus kegiatan spiritual selama Ramadhan.

Advertisement

“Kami melihat ChatGPT telah menjadi teman yang memudahkan penggunanya dalam mengambil keputusan selama bulan suci,” ujar Kepala Komunikasi OpenAI Asia Tenggara, Grace Chua, dalam keterangan pers, Kamis (26/2/2026).

Grace menjelaskan, prompt yang paling sering digunakan oleh pengguna di Indonesia umumnya berkaitan dengan permintaan panduan praktis, seperti frasa “cara praktis” atau “how to”. Prompt tersebut banyak dimanfaatkan menjelang Ramadhan untuk mencari inspirasi menu sahur dan berbuka puasa yang sehat, ide usaha musiman, hingga strategi meningkatkan keuntungan bisnis selama Ramadhan.

AI Bantu Rencana Sahur, Produktivitas, hingga Bisnis

Untuk memaksimalkan pemanfaatan AI selama Ramadhan, OpenAI turut membagikan sejumlah kiat menyusun prompt yang lebih efektif. Dalam hal penyiapan menu sahur dan berbuka, pengguna disarankan memasukkan informasi yang spesifik, mulai dari daftar bahan makanan yang tersedia, preferensi diet, anggaran belanja, hingga tujuan kesehatan sesuai anjuran tenaga medis.

Dengan data yang lebih detail, AI seperti ChatGPT dapat memberikan rekomendasi menu yang lebih personal dan relevan. Pengguna juga disarankan meminta AI menyusun rencana makan mingguan agar pola konsumsi selama Ramadhan tetap terjaga secara sistematis.

Tak hanya urusan konsumsi, AI juga dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas. Pengguna dapat meminta ChatGPT menyusun jadwal harian yang disesuaikan dengan waktu sahur, ibadah, bekerja, dan berbuka puasa. Untuk kebutuhan ini, ChatGPT menyediakan fitur Agent Mode.

Mode tersebut memungkinkan AI membantu menyusun skala prioritas tugas, merekomendasikan rutinitas realistis saat energi menurun, hingga menyarankan olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah salat tarawih. Selain itu, Agent Mode juga dapat membantu berbagai pekerjaan administratif, seperti riset, pengelolaan informasi, penyusunan draf email, hingga pembuatan dokumen penting.

Peluang Penghasilan Tambahan Selama Ramadhan

Pemanfaatan AI juga dinilai efektif untuk menggali peluang pendapatan tambahan selama Ramadhan. Dengan memasukkan informasi terkait modal, waktu luang, dan keahlian yang dimiliki, pengguna dapat meminta AI membantu menyusun lini masa produksi, strategi penetapan harga, hingga penguatan pesan pemasaran.

“Dengan target yang jelas dan batasan yang spesifik, AI dapat menjadi asisten perencanaan yang sangat membantu, terutama di bulan dengan ritme aktivitas yang berbeda seperti Ramadhan,” ujar Grace.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya

Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya

News
| Kamis, 26 Februari 2026, 22:27 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement