Advertisement
Volvo EX30 Meluncur, Produksi Pindah ke Eropa
Logo Volvo - Reuters/Denis Balibouse
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo Cars, mengambil langkah strategis dengan memindahkan produksi model EX30 ke Belgia guna menghindari tarif impor Uni Eropa terhadap mobil listrik buatan China. Seusai relokasi tersebut, Volvo juga merilis varian EX30 bermotor 110 kW yang ditujukan untuk mobilitas perkotaan.
Arena EV mengungkapkan, Model Volvo EX30 merupakan SUV listrik terkecil Volvo yang menyasar segmen entry-level. Varian terbaru dibekali motor listrik berdaya 110 kW (148 hp).
Advertisement
Tenaga tersebut sekitar 45 persen lebih rendah dibandingkan varian motor tunggal sebelumnya yang mencapai 200 kW (268 hp). Meski demikian, konfigurasi ini dirancang untuk efisiensi dan kebutuhan mobilitas harian di kawasan urban.
Peluncuran varian ini juga menjadi bagian dari strategi Volvo memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik Eropa yang semakin kompetitif.
BACA JUGA
Opsi Baterai dan Fitur V2L
Konsumen di Eropa dapat memilih dua opsi baterai sesuai kebutuhan jarak tempuh:
- Baterai 51 kWh: jarak tempuh hingga 339 kilometer.
- Baterai 69 kWh: jarak tempuh hingga 476 kilometer.
Varian terbaru juga dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber daya listrik portabel untuk perangkat elektronik seperti sepeda listrik maupun perlengkapan berkemah melalui adaptor tambahan.
Hadirkan Black Edition
Selain varian terjangkau, Volvo memperkenalkan EX30 Black Edition. Meski menyandang nama Black, model ini tersedia dalam warna Onyx Black, Vapour Grey, dan Crystal White.
Sentuhan hitam mengilap diaplikasikan pada velg 19 inci serta emblem tanpa aksen krom, memperkuat kesan sporty dan elegan.
Strategi Hindari Tarif Uni Eropa
Uni Eropa memberlakukan bea masuk tambahan hingga 35 persen untuk mobil listrik produksi China. Untuk menjaga harga tetap kompetitif di pasar Eropa, Volvo memutuskan memindahkan produksi EX30 ke Belgia.
Langkah relokasi ini diharapkan dapat menekan dampak tarif dan menjaga daya saing harga kendaraan listrik Volvo seusai penyesuaian kebijakan perdagangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dewan Kepemimpinan Sementara Iran, Ayatollah Arafi Isi Posisi Penting
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








