Cara Ajukan PIP 2026 lewat Sekolah, Ini Syarat dan Dokumennya
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Logo Hyundai/Ist-Car Logos
Harianjogja.com, JOGJA–Perusahaan kendaraan listrik terbang (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL) milik Hyundai Motor Group, Supernal, merumahkan sekitar 80 persen karyawannya seusai menghadapi kegagalan uji coba teknologi dan restrukturisasi besar-besaran. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi ambisi pengembangan mobil terbang komersial.
Berdasarkan laporan autoblog.com, Rabu (4/3/2026), Supernal memangkas 296 posisi di fasilitas produksinya yang berada di Orange County, Fremont, dan Mojave, Amerika Serikat. Perusahaan yang sempat memiliki valuasi sekitar Rp28,7 triliun tersebut kini hanya menyisakan kurang dari 80 staf inti.
"Keputusan ini merupakan perubahan strategis untuk memastikan struktur kepegawaian dan biaya kami dioptimalkan untuk pengiriman jangka panjang desain pesawat kami yang selaras dengan pasar," ungkap juru bicara resmi perusahaan.
Efisiensi Total dan Komitmen Hyundai
Sebagai bagian dari strategi efisiensi, Supernal akan memusatkan seluruh operasional di kantor pusatnya di Irvine. Manajemen menyatakan langkah ini tidak menghentikan pengembangan teknologi Advanced Air Mobility (AAM).
Pihak Hyundai menegaskan komitmennya terhadap bisnis mobilitas udara masa depan.
"Hyundai Motor Group tetap berkomitmen pada bisnis Advanced Air Mobility (AAM) sebagai bagian dari visi mobilitas masa depannya, dan Supernal akan terus berfungsi sebagai lengan pelaksana AAM khusus grup untuk pengembangan pesawat," tambahnya.
Proyek S-A2 Mandek
Hambatan teknis menjadi pemicu utama restrukturisasi. Prototipe pesawat listrik andalan mereka, S-A2 eVTOL, dilaporkan gagal menunjukkan performa terbang otonom optimal saat pengujian di Mojave. Kendala tersebut membuat proyek dihentikan pada September 2025 dan berujung pada gelombang PHK massal.
Kondisi yang dialami Supernal mencerminkan tekanan lebih luas di industri eVTOL global.
Beberapa indikator perlambatan sektor ini antara lain:
Kemunduran yang dialami Supernal memperlihatkan bahwa komersialisasi mobil terbang masih menghadapi tantangan berat, terutama dalam integrasi teknologi otonom dengan regulasi keselamatan penerbangan. Industri Advanced Air Mobility kini memasuki fase realistis, ketika ambisi futuristik harus berhadapan langsung dengan batasan teknologi dan tekanan pasar.
Supernal Hyundai PHK 80 persen karyawan menjadi sinyal kuat bahwa sektor eVTOL global masih membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar siap beroperasi secara komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Unggahan misterius Bella Bonita viral dan memicu spekulasi soal rumah tangganya dengan Denny Caknan. Warganet pun terbelah.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi ujian penting bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar dunia. Fabio Quartararo juga mengincar kebangkitan setelah kega
PSIM Jogja resmi merekrut striker Paraguay Mauro Caballero untuk Super League 2026/27. Ia diharapkan menjadi solusi produktivitas gol Laskar Mataram.
Kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan usai 8 jam menunggu kamar RS viral. Cinta Laura soroti perlakuan terhadap pasien BPJS: martabat tak boleh bergantung pa
Pemkab Sleman mencatat lima jabatan lurah masih kosong. Pengisian akan dilakukan melalui pemilihan lurah antarwaktu sesuai Perbup Nomor 27 Tahun 2026.