Advertisement

BMW Recall Seri 5 dan 7, Sensor AC Berpotensi Picu Kebakaran

Jumali
Senin, 16 Maret 2026 - 21:07 WIB
Jumali
BMW Recall Seri 5 dan 7, Sensor AC Berpotensi Picu Kebakaran Logo BMW. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—BMW mengeluarkan peringatan penting bagi pemilik sejumlah mobil mewahnya di Australia setelah ditemukan potensi masalah pada sistem pendingin udara (AC) yang berisiko menimbulkan korsleting hingga asap di dalam kabin kendaraan.

Penarikan kembali (recall) ini mencakup empat model premium, yakni BMW 5 Series, BMW i5, BMW 7 Series, dan BMW i7 yang diproduksi antara 2022 hingga 2025. Total sekitar 1.032 unit kendaraan di Australia dilaporkan masuk dalam daftar recall dan pemilik diminta segera memastikan apakah mobil mereka terdampak.

Advertisement

Informasi ini dilaporkan media otomotif Drive pada Senin (16/3/2026). BMW meminta pemilik kendaraan yang masuk daftar recall untuk segera melakukan pemeriksaan di dealer resmi guna menghindari potensi risiko keselamatan.

Kabel Sensor AC Berpotensi Rusak

Masalah utama yang memicu recall tersebut berkaitan dengan kabel sensor pada sistem pendingin udara (AC). Dalam laporan kepada otoritas keselamatan kendaraan Australia, disebutkan bahwa kabel sensor dapat mengalami kerusakan saat proses penggantian mikrofilter kabin dalam perawatan rutin.

Kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting pada sistem sensor AC. Jika kondisi ini terjadi, komponen sensor dapat mengalami panas berlebih yang berpotensi menimbulkan asap di dalam kabin kendaraan bahkan meningkatkan risiko kebakaran.

Otoritas keselamatan kendaraan Australia juga memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko cedera bagi penumpang, pengguna jalan lain, maupun kerusakan properti di sekitar kendaraan.

BMW Minta Beberapa Fitur Tidak Digunakan Sementara

Sebagai langkah pencegahan sementara sebelum perbaikan dilakukan, BMW Australia meminta pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan beberapa fitur jarak jauh tertentu.

Fitur yang diminta untuk tidak digunakan sementara meliputi:

  • Remote engine start (menyalakan mesin dari jarak jauh)
  • Climate control (pengaturan suhu kabin)
  • Departure planning (perencanaan keberangkatan)
  • Pre-cooling dan pre-heating (pendinginan atau pemanasan awal kabin)

Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi gangguan pada sistem AC hingga kendaraan diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi resmi BMW.

Perbaikan Gratis di Dealer Resmi

BMW memastikan seluruh kendaraan yang terdampak recall akan mendapatkan pemeriksaan dan perbaikan tanpa biaya di jaringan dealer resmi.

Perusahaan juga menyatakan akan menghubungi pemilik kendaraan secara langsung untuk menjadwalkan proses pemeriksaan tersebut. Pemilik kendaraan yang ingin memastikan status mobilnya juga dapat menghubungi dealer BMW terdekat atau hotline recall BMW Australia di 1800 243 675.

Recall Ketiga BMW di Australia Tahun Ini

Penarikan kendaraan ini menjadi recall ketiga yang dilakukan BMW di Australia sepanjang 2026 terkait potensi risiko kebakaran.

Sebelumnya pada Februari, lebih dari 16.000 kendaraan BMW ditarik kembali karena masalah pada sakelar solenoid starter motor yang dapat menyebabkan korsleting. Tak lama setelah itu, sekitar 24.000 kendaraan lainnya, termasuk merek Mini, juga ditarik akibat potensi kebocoran pada pendingin sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang berisiko memicu kebakaran.

Serangkaian recall ini menunjukkan langkah BMW dalam menangani potensi masalah keselamatan secara serius, meski membuat sebagian pemilik kendaraan harus melakukan pemeriksaan tambahan. Karena itu, pemilik BMW seri 5 maupun seri 7 produksi 2022–2025 di Australia disarankan segera memeriksa kendaraan mereka jika menerima pemberitahuan recall dari pihak dealer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tragedi Rumah Sakit India: 10 Pasien ICU Meninggal

Tragedi Rumah Sakit India: 10 Pasien ICU Meninggal

News
| Senin, 16 Maret 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement