TikTok Uji Shopping Assistant, Belanja Bisa Dibantu AI
TikTok menguji Shopping Assistant dan Buy Direct untuk mempermudah pengguna mencari produk hingga checkout dengan bantuan AI.
Toyota Hilux. - TAM
Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, harus menghadapi kenyataan pahit seusai mencatatkan penurunan penjualan global selama dua bulan berturut-turut hingga Maret 2026. Konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah serta proses transisi model SUV populer mereka, RAV4, menjadi faktor utama yang menghambat laju bisnis perusahaan.
Dilansir dari Reuters, Senin (27/4/2026), penurunan paling tajam dirasakan di kawasan Timur Tengah dengan angka anjlok mencapai hampir sepertiga dari volume biasanya. Ketegangan yang melibatkan sejumlah negara di wilayah tersebut tidak hanya memicu ketidakpastian keamanan, tetapi juga mengganggu jalur logistik vital di Selat Hormuz yang merupakan nadi perdagangan energi dunia.
Gangguan pada rantai pasok energi ini secara otomatis mendongkrak biaya logistik global. Dampak sistemik tersebut akhirnya menekan daya beli masyarakat di Timur Tengah, di mana Toyota hanya mampu melepas sekitar 34.000 unit kendaraan sepanjang Maret 2026, merosot tajam dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.
Selain faktor eksternal berupa konflik, kendala internal juga muncul dari lini produk unggulan mereka. Toyota saat ini sedang melakukan peralihan produksi dari generasi lama ke model terbaru RAV4. Proses transisi ini memicu keterbatasan stok (supply constraint) di pasar-pasar raksasa seperti Amerika Serikat dan China.
Di pasar Amerika Serikat, penjualan Toyota terkoreksi sebesar 8,5 persen, sementara di China mengalami penurunan sebesar 8 persen. Bahkan di rumah mereka sendiri, Jepang, angka penjualan turun 7,8 persen. Secara akumulatif, penjualan Toyota di seluruh dunia melandai sekitar 7,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Meskipun angka penjualan ritel menurun, Toyota sebenarnya masih mampu menjaga ritme produksi global dengan relatif stabil. Bahkan, perusahaan mencatat adanya kenaikan produksi sebesar 2,1 persen di beberapa pabrik di Amerika Serikat dan China. Namun, unit-unit hasil produksi tersebut belum bisa terserap maksimal oleh pasar karena kendala distribusi dan pelemahan permintaan di beberapa zona konflik.
Pihak Toyota menyatakan bahwa secara fundamental, minat konsumen terhadap kendaraan mereka sebenarnya tidak luntur. Tantangan saat ini lebih berfokus pada faktor luar yang sulit dikendalikan seperti stabilitas politik dunia.
Kini, Toyota memilih strategi untuk menyeimbangkan antara volume produksi dan efisiensi distribusi. Fokus utama perusahaan adalah mempertahankan status sebagai produsen mobil terlaris sejagat sambil menantikan kondisi geopolitik global yang lebih kondusif seusai gejolak di awal tahun ini mereda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TikTok menguji Shopping Assistant dan Buy Direct untuk mempermudah pengguna mencari produk hingga checkout dengan bantuan AI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap di sini.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.