Fajar-Fikri Melaju ke 16 Besar China Open Usai Tekuk Wakil Tuan Rumah
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Konsumsi kopi dan teh berkafein dalam jumlah moderat dikaitkan dengan penurunan risiko demensia serta perlambatan penurunan fungsi kognitif. Temuan ini terungkap dalam studi besar yang melibatkan peneliti dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA tersebut menganalisis data lebih dari 131.000 peserta selama lebih dari empat dekade, yakni periode 1980 hingga 2023.
Data dihimpun dari dua studi longitudinal besar, yaitu Nurses' Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS), yang selama ini menjadi rujukan dalam riset kesehatan global.
Hasil analisis menunjukkan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari atau satu hingga dua cangkir teh berkafein berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.
Dari total peserta, tercatat sekitar 11.033 orang mengalami demensia selama periode pengamatan. Namun, kelompok yang rutin mengonsumsi kopi berkafein menunjukkan risiko demensia sekitar 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Selain itu, kelompok peminum kopi juga melaporkan tingkat penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah. Hasil uji kognitif objektif turut menunjukkan performa yang relatif lebih baik pada kelompok ini.
Penulis utama studi, Daniel Wang, menekankan bahwa efek perlindungan tersebut tergolong moderat dan tidak berdiri sendiri sebagai satu-satunya faktor pencegahan.
Menurutnya, berbagai faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Secara biologis, manfaat kopi dan teh dikaitkan dengan kandungan senyawa aktif seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Polifenol berperan dalam menangkal radikal bebas, sementara kafein berkontribusi terhadap peningkatan kewaspadaan serta fungsi memori dalam jangka pendek.
Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi moderat kopi dan teh dengan kesehatan otak.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa kebiasaan sederhana dalam gaya hidup dapat berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk dalam menurunkan risiko gangguan kognitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab