Polisi Toronto Bongkar Sindikat Merchandise Sepak Bola Senilai Rp45 M
Polisi Toronto sita 16.000 jersey palsu senilai Rp45 miliar jelang Piala Dunia 2026. Simak tips menghindari penipuan saat membeli merchandise sepak bola.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Konsumsi kopi dan teh berkafein dalam jumlah moderat dikaitkan dengan penurunan risiko demensia serta perlambatan penurunan fungsi kognitif. Temuan ini terungkap dalam studi besar yang melibatkan peneliti dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA tersebut menganalisis data lebih dari 131.000 peserta selama lebih dari empat dekade, yakni periode 1980 hingga 2023.
Data dihimpun dari dua studi longitudinal besar, yaitu Nurses' Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS), yang selama ini menjadi rujukan dalam riset kesehatan global.
Hasil analisis menunjukkan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari atau satu hingga dua cangkir teh berkafein berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.
Dari total peserta, tercatat sekitar 11.033 orang mengalami demensia selama periode pengamatan. Namun, kelompok yang rutin mengonsumsi kopi berkafein menunjukkan risiko demensia sekitar 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Selain itu, kelompok peminum kopi juga melaporkan tingkat penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah. Hasil uji kognitif objektif turut menunjukkan performa yang relatif lebih baik pada kelompok ini.
Penulis utama studi, Daniel Wang, menekankan bahwa efek perlindungan tersebut tergolong moderat dan tidak berdiri sendiri sebagai satu-satunya faktor pencegahan.
Menurutnya, berbagai faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Secara biologis, manfaat kopi dan teh dikaitkan dengan kandungan senyawa aktif seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Polifenol berperan dalam menangkal radikal bebas, sementara kafein berkontribusi terhadap peningkatan kewaspadaan serta fungsi memori dalam jangka pendek.
Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi moderat kopi dan teh dengan kesehatan otak.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa kebiasaan sederhana dalam gaya hidup dapat berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk dalam menurunkan risiko gangguan kognitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi Toronto sita 16.000 jersey palsu senilai Rp45 miliar jelang Piala Dunia 2026. Simak tips menghindari penipuan saat membeli merchandise sepak bola.
Reaktivasi Bandara Adisutjipto diyakini dongkrak wisata, UMKM, dan ekonomi Sleman. Ini dampak dan strateginya.
Pemkot Jogja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dengan menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Kota Jogja, Selasa (2/6)
Cara cek PIP 2026 secara online pakai NISN dan NIK, lengkap syarat penerima dan besaran bantuan terbaru.
Ratusan driver Gojek di Jogja gelar aksi solidaritas kawal sidang Nadiem Makarim. Mereka menuntut transparansi dan keadilan bagi sang pendiri Gojek.
DPUPRKP) Gunungkidul akan melanjutkan proyek normalisasi luweng yang mulai dilaksanakan di 2025. Di tahun ini, normalisasi akan menyasar Luweng Gabluk Ponjong.