FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Hyundai Ioniq 5 - Hyundai
Harianjogja.com, JOGJA—Hyundai mulai membuka arah strategi besarnya di pasar kendaraan listrik dengan memastikan kehadiran Ioniq 3 yang dijadwalkan meluncur di Australia pada awal 2027. Model ini diposisikan sebagai kendaraan listrik kompak dengan harga lebih terjangkau untuk menjangkau pasar massal.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Penjualan Hyundai Australia, David Rodda. Dikutip dari Drive, Jumat (17/4/2026), David menegaskan bahwa Ioniq 3 bukan sekadar tambahan lini produk, melainkan bagian penting dari ekspansi kendaraan listrik Hyundai yang terus diperluas.
Saat ini, lini kendaraan listrik Hyundai telah mencakup sekitar 85% segmen pasar. Dengan kehadiran Ioniq 3 serta model komersial seperti Staria EV, cakupan tersebut ditargetkan meningkat hingga 96%.
Meski sudah dikonfirmasi, detail resmi Ioniq 3 masih terbatas. Hyundai belum mengungkap desain final maupun spesifikasi lengkap. Namun, model ini diyakini mengadopsi konsep yang sebelumnya diperkenalkan pada 2025 dan akan dipamerkan dalam Milan Design Week pada April 2026.
Secara dimensi, Ioniq 3 diperkirakan berada di segmen hatchback kompak, sekelas Volkswagen Golf atau Hyundai i30. Namun, sejumlah elemen desain futuristis pada versi konsep kemungkinan akan disederhanakan saat masuk tahap produksi massal.
Dari sisi teknis, Ioniq 3 diprediksi menggunakan platform E-GMP dengan sistem 400 volt yang juga digunakan pada Kia EV3. Jika mengacu pada spesifikasi tersebut, mobil ini berpotensi hadir dalam dua varian baterai, yakni sekitar 58 kWh dengan jarak tempuh ±436 km serta 81 kWh dengan jarak hingga 600 km lebih (standar WLTP).
Tenaga yang dihasilkan diperkirakan mencapai 150 kW dengan torsi sekitar 283 Nm dan penggerak roda depan. Spesifikasi ini dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.
Salah satu faktor krusial yang akan menentukan daya saing Ioniq 3 adalah harga. Model ini direncanakan diproduksi di Turki, berbeda dengan beberapa model Hyundai lainnya yang berbasis di Korea Selatan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga jual akibat faktor distribusi.
Sebagai gambaran, Kia EV3 di Australia saat ini dipasarkan mulai dari kisaran Rp800 jutaan hingga Rp1 miliaran. Jika Ioniq 3 hadir dengan harga lebih kompetitif, peluang untuk menarik konsumen akan semakin besar.
Langkah Hyundai ini menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik global semakin mengarah pada segmen harga terjangkau. Strategi tersebut juga berpotensi berdampak ke pasar Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, seiring tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang.
Kehadiran Ioniq 3 menjadi sinyal bahwa produsen otomotif mulai fokus menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya canggih, tetapi juga lebih mudah dijangkau masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Bhayangkara FC melepas 15 pemain dan mempertahankan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi Super League musim 2026/2027.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.