Advertisement
iPhone 18 Versi Standar Bisa Turun Spek demi Tekan Harga
iPhone 17. / Apple
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Raksasa teknologi Apple dikabarkan bakal menempuh langkah ekstrem dengan memangkas biaya produksi untuk model dasar iPhone 18 melalui penggunaan proses manufaktur yang lebih sederhana. Strategi ini disebut-sebut akan mengadopsi metode perakitan yang mirip dengan varian lebih murah, yakni iPhone 18e, demi menjaga stabilitas harga di pasar.
Kebijakan ini muncul sebagai respons atas tekanan hebat yang melanda industri teknologi global, terutama akibat lonjakan harga komponen vital seperti memori. Masifnya permintaan infrastruktur untuk pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) telah memicu keterbatasan pasokan komponen dunia
Advertisement
Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari Phone Arena pada Ahad (19/4/2026), menyebutkan, Apple berpotensi menggunakan metode perakitan yang lebih mendekati varian ekonomis seperti iPhone 18e. Artinya, model standar iPhone 18 tidak lagi sepenuhnya mengikuti standar premium seperti pada iPhone 18 Pro maupun iPhone 18 Pro Max.
Kebijakan ini tidak lepas dari lonjakan harga komponen global, terutama memori, yang terdorong oleh tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan. Kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat elektronik, termasuk smartphone, meningkat signifikan.
BACA JUGA
Sejumlah spekulasi menyebut, iPhone 18 versi dasar kemungkinan tidak akan mengalami peningkatan besar, baik dari sisi desain maupun performa. Perangkat ini diperkirakan masih menggunakan panel layar generasi sebelumnya dan berpotensi tidak mengadopsi pembaruan desain seperti Dynamic Island versi terbaru yang dirumorkan hadir lebih kecil di varian Pro.
Dari sisi performa, ada kemungkinan Apple menyematkan cip dengan kemampuan yang setara dengan iPhone 18e, bukan chipset kelas atas seperti yang biasa digunakan pada model standar generasi sebelumnya. Selain itu, material bodi dan kualitas layar juga disebut-sebut bisa disesuaikan untuk menekan biaya produksi.
Meski demikian, analis menilai langkah ini tidak akan terlalu berdampak bagi mayoritas pengguna. Apple diperkirakan tetap menjaga standar kualitas agar reputasinya sebagai produsen perangkat premium tetap terjaga.
Strategi ini juga dinilai akan mempertegas segmentasi produk Apple ke depan, dengan perbedaan yang semakin jelas antara model standar dan varian Pro.
Bagi konsumen, pendekatan ini bisa menjadi kabar baik karena membuka peluang harga yang lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan pengalaman penggunaan secara signifikan. Namun, keputusan final tetap menunggu pengumuman resmi dari Apple dalam peluncuran mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








