Advertisement

Zoom Wajibkan Verifikasi Wajah Saat Rapat

Jumali
Senin, 20 April 2026 - 10:47 WIB
Jumali
Zoom Wajibkan Verifikasi Wajah Saat Rapat Video call/Zoom meeting - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Zoom, platform rapat virtual paling populer di dunia, kini menghadirkan fitur revolusioner yang mampu membedakan apakah peserta rapat merupakan manusia sungguhan atau hasil rekayasa kecerdasan buatan (deepfake). Di tengah maraknya ancaman penipuan identitas berbasis AI, fitur ini hadir sebagai benteng pertahanan bagi perusahaan maupun individu agar terhindar dari manipulasi visual yang kian canggih.

Fitur ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Zoom dengan World, perusahaan identitas digital milik CEO OpenAI, Sam Altman. Dikutip dari Digital Trends pada Senin (20/4/2026), teknologi ini menjadi bagian dari peluncuran sistem World ID 4.0 yang telah diperkenalkan sejak 17 April lalu. Sistem yang diberi nama Deep Face ini bekerja dengan metode pencocokan tiga komponen utama secara simultan: data registrasi awal, pemindaian wajah langsung dari perangkat, serta tampilan video saat rapat berlangsung.

Advertisement

Apabila ketiga komponen data tersebut dinyatakan selaras, pengguna akan mendapatkan tanda khusus bertajuk "Verified Human" dalam ruang rapat. Penyelenggara rapat atau host bahkan diberikan wewenang untuk mewajibkan verifikasi ini bagi seluruh peserta, termasuk melakukan pengecekan ulang secara langsung di tengah-tengah pertemuan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada "penyusup" digital yang menggunakan gambar hasil manipulasi untuk mengelabui peserta lainnya.

Lahirnya fitur ini dilatarbelakangi oleh serangkaian kasus penipuan deepfake yang merugikan dunia usaha secara masif. Salah satu kasus terbesar terjadi pada 2024, di mana perusahaan teknik Arup kehilangan dana sekitar US$25 juta atau setara Rp406 miliar akibat penipuan dalam rapat video yang melibatkan identitas palsu. Kasus serupa kembali dilaporkan menimpa perusahaan multinasional di Singapura pada 2025, yang membuktikan bahwa risiko kejahatan siber ini terus meningkat.

Bagi para pelaku bisnis dan pekerja korporat, ancaman kerugian sebesar itu jelas menjadi peringatan serius. Verifikasi identitas berbasis biometrik pun diperkirakan akan menjadi standar baru dalam lingkungan kerja digital di masa depan. Kehadiran "Verified Human" di Zoom diharapkan mampu mengembalikan rasa aman dan kepercayaan antarpeserta rapat yang selama ini dihantui oleh kecanggihan teknologi manipulasi wajah.

Meski menawarkan keamanan tingkat tinggi, fitur ini juga memicu perdebatan terkait privasi data pribadi. Pengguna kini dihadapkan pada pilihan untuk memberikan data biologis mereka demi "membuktikan" kemanusiaan mereka di dunia maya. Hal ini tentu kembali pada kebijakan masing-masing perusahaan serta kenyamanan pribadi pengguna dalam membagikan data biometrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tragedi Berdarah Louisiana! Delapan Anak Tewas dalam Penembakan Massal

Tragedi Berdarah Louisiana! Delapan Anak Tewas dalam Penembakan Massal

News
| Senin, 20 April 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Jangan Salah Bawa, Ini Batas Power Bank di Kabin Pesawat

Jangan Salah Bawa, Ini Batas Power Bank di Kabin Pesawat

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 09:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement