Advertisement

Honda Tertekan, Rugi Triliunan Akibat Gagal Proyek Mobil Listrik

Jumali
Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WIB
Jumali
Honda Tertekan, Rugi Triliunan Akibat Gagal Proyek Mobil Listrik Honda Civid Turbo. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja Honda tengah berada di bawah tekanan berat setelah proyek mobil listriknya mengalami kegagalan besar. Dampaknya tidak main-main: potensi kerugian tahunan pertama dalam puluhan tahun.

Reuters menyebut, produsen otomotif asal Jepang tersebut harus menanggung penurunan nilai aset (impairment) hingga 2,5 triliun yen atau sekitar Rp266 triliun. Beban ini muncul setelah sejumlah proyek kendaraan listrik (EV) yang sebelumnya digadang-gadang justru dibatalkan menjelang peluncuran.

Advertisement

Langkah agresif dalam mengembangkan mobil listrik dinilai tidak diimbangi kesiapan strategi. Ketika kompetitor seperti Tesla dan BYD sudah melaju cepat, Honda justru tertinggal dan akhirnya melakukan koreksi besar-besaran terhadap rencana bisnisnya.

CEO Toshihiro Mibe sebelumnya menargetkan kontribusi penjualan EV mencapai 40 persen pada 2030, namun target itu kini dipangkas menjadi 20 persen. Bahkan, beberapa model yang sudah dinanti pasar seperti seri 0 EV dan Acura RSX listrik untuk pasar Amerika Serikat dilaporkan dibatalkan.

Tekanan tidak hanya datang dari sektor kendaraan listrik. Penjualan mobil berbahan bakar bensin (ICE) juga mengalami perlambatan. Dalam empat kuartal terakhir, divisi otomotif Honda terus mencatat kinerja negatif. Di pasar Amerika Serikat, pertumbuhan penjualan hanya naik tipis sekitar 0,5 persen.

Di Indonesia, penurunan lebih terasa. Penjualan Honda dilaporkan turun signifikan hingga 35 persen. Pada kuartal pertama 2026, penjualan hanya mencapai sekitar 13.530 unit, jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang menembus lebih dari 22.000 unit.

Sementara itu, tekanan paling besar terjadi di pasar China. Penjualan Honda di negara tersebut terus merosot selama dua tahun terakhir. Konsumen mulai beralih ke kendaraan listrik pintar produksi lokal, membuat posisi Honda semakin terdesak.

Akibat kondisi ini, perusahaan mulai mengurangi kapasitas produksi, termasuk rencana penutupan beberapa pabrik di China. Kapasitas produksi kendaraan berbahan bakar bensin bahkan dipangkas hingga setengahnya.

Di sisi lain, proyek ambisius kerja sama dengan Sony melalui Sony Honda Mobility juga ikut terdampak. Pengembangan mobil listrik Afeela dilaporkan dihentikan, dan pesanan konsumen mulai dikembalikan.

Di tengah tren kendaraan ramah lingkungan, Honda juga dinilai tertinggal dalam segmen hybrid. Pilihan produk yang terbatas membuat mereka kalah bersaing dengan produsen lain yang sudah lebih dulu menguasai pasar ini.


Dengan tekanan dari berbagai lini, Honda kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merumuskan ulang strategi bisnisnya di era elektrifikasi. Bagi konsumen, kondisi ini menjadi sinyal penting untuk lebih cermat mempertimbangkan pilihan sebelum membeli kendaraan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bareskrim Bongkar Mafia BBM dan LPG Subsidi Rp243 Miliar

Bareskrim Bongkar Mafia BBM dan LPG Subsidi Rp243 Miliar

News
| Selasa, 21 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement