Advertisement
DRAM Langka Dampak AI Bikin Harga Perangkat Naik
Ilustrasi laptop.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Rencana membeli laptop, PC, atau ponsel baru dalam waktu dekat berpotensi lebih mahal. Pasokan memori global jenis DRAM diperkirakan masih terbatas hingga beberapa tahun ke depan.
Lonjakan kebutuhan dari sektor kecerdasan buatan membuat pasokan memori semakin tersedot, sehingga konsumen harus bersaing dengan industri besar untuk mendapatkan komponen yang sama.
Advertisement
Kondisi ini menjadi sinyal bagi pasar elektronik bahwa harga perangkat berpotensi mengalami kenaikan. Laporan dari Nikkei Asia menyebutkan produsen memori saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 60 persen dari total kebutuhan global. Artinya, ada kesenjangan pasokan yang cukup besar di tengah permintaan yang terus meningkat.
Permintaan terbesar datang dari industri kecerdasan buatan dan pusat data. Pengembangan teknologi berbasis AI membutuhkan memori berkapasitas tinggi dalam jumlah masif, sehingga menyerap sebagian besar produksi global. Dampaknya, sektor konsumen seperti PC dan smartphone harus berbagi pasokan yang semakin terbatas.
BACA JUGA
Sejumlah produsen besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology sebenarnya telah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun fasilitas baru. Namun, peningkatan ini belum cukup cepat untuk menutup lonjakan permintaan dalam waktu dekat.
Industri semikonduktor diperkirakan perlu meningkatkan produksi hingga 12 persen per tahun pada 2026 hingga 2027 agar bisa menyeimbangkan pasar. Sayangnya, laju produksi saat ini baru berada di kisaran 7,5 persen, sehingga terjadi ketertinggalan yang cukup signifikan.
Di tengah keterbatasan tersebut, produsen mulai memprioritaskan jenis memori khusus untuk AI, seperti High Bandwidth Memory yang digunakan pada pusat data. Akibatnya, produksi memori untuk kebutuhan umum seperti DDR3, DDR4, hingga LPDDR4 mulai berkurang. Bahkan, beberapa produsen secara bertahap menghentikan produksi generasi lama.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada industri perangkat konsumen. Produsen laptop dan ponsel harus menghadapi kenaikan biaya komponen, yang pada akhirnya berpotensi diteruskan ke harga jual produk. Konsumen pun akan merasakan dampaknya dalam bentuk harga yang lebih tinggi atau spesifikasi yang tidak meningkat signifikan.
Laporan industri juga memperkirakan stabilisasi harga memori baru akan terjadi paling cepat pada akhir 2028, seiring peningkatan kapasitas produksi yang membutuhkan waktu panjang.
Bagi masyarakat yang berencana membeli perangkat baru, situasi ini menjadi pertimbangan penting. Membeli lebih awal bisa menjadi opsi untuk menghindari kenaikan harga, sementara menunda pembelian berarti harus menyiapkan anggaran lebih besar di masa depan.
Dengan persaingan antara kebutuhan AI dan pasar konsumen yang terus meningkat, ketersediaan memori diperkirakan tetap menjadi isu utama dalam beberapa tahun ke depan, sehingga perkembangan harga perangkat elektronik perlu terus dipantau secara berkala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Geng Remaja di Bantul Diduga Culik dan Siksa Korban hingga Tewas
- Remaja Tenggelam di Parangtritis Ditemukan Meninggal Dunia
- Ribuan Ikan Mati di Sungai Belik Pandes, Tercemar Limbah IPAL
- Disiapkan 12 Hektare, Proyek Kantor Terpadu Pemkab Gunungkidul Lanjut
- Embarkasi Hotel Kulonprogo Siap Dipakai Perdana Besok
Advertisement
Advertisement








