Telegram Kalah di Pengadilan India, Pemblokiran Sementara Berlaku
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan transformasi besar menjadi platform yang lebih mirip media sosial. Induk perusahaannya, Meta Platforms, disebut ingin memperluas fungsi WhatsApp dari sekadar chat menjadi ruang interaksi digital yang lebih luas.
Salah satu fitur paling disorot adalah kehadiran username, yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon. Langkah ini dinilai akan meningkatkan privasi sekaligus memudahkan interaksi dengan orang baru.
Laporan dari 24NewsHD TV menyebutkan bahwa perubahan ini juga akan mengubah cara pengguna berbagi konten. WhatsApp ke depan tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga wadah berbagi foto, video, dan konten ekspresif—mirip konsep yang sudah lebih dulu populer di Instagram.
Fitur Status yang selama ini sederhana juga akan diperbarui. Pengguna nantinya bisa menambahkan musik, memberikan “like”, hingga memakai fitur interaktif seperti “Tambahkan Milik Anda”, yang selama ini identik dengan Instagram Stories.
Selain itu, bagian “Tentang” diperkirakan akan berevolusi menjadi pembaruan singkat yang bersifat sementara, dengan sistem yang otomatis hilang dalam 24 jam seperti Stories.
Tak berhenti di situ, sejumlah fitur tambahan juga disiapkan. Mulai dari tema obrolan baru, saran stiker berbasis kecerdasan, hingga sistem langganan saluran yang menyerupai fitur siaran di Telegram.
Yang paling menarik, WhatsApp juga akan menghadirkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI tools) yang dapat membantu pengguna menulis pesan, membuat ucapan otomatis, hingga mengedit gambar langsung di dalam aplikasi.
Fitur AI ini berpotensi mengubah kebiasaan pengguna, karena banyak aktivitas yang sebelumnya membutuhkan aplikasi tambahan kini bisa dilakukan dalam satu platform.
Namun di balik inovasi tersebut, muncul kekhawatiran dari sebagian pengguna. Transformasi ini dinilai berisiko menghilangkan kesederhanaan WhatsApp—faktor utama yang selama ini membuatnya populer karena ringan dan fokus pada fungsi inti.
Langkah ini juga menunjukkan strategi Meta dalam menghadapi persaingan ketat dengan platform lain seperti Telegram dan Signal, sekaligus memperkuat ekosistem aplikasinya.
Apakah perubahan ini akan disambut positif atau justru menuai resistensi, masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, WhatsApp sedang bergerak menuju era baru sebagai “super app”, dan pengguna akan segera merasakan perubahan tersebut dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3 dibuka hingga 9 Juli 2026. Kuota 20 ribu peserta, cek syarat dan jadwal lengkapnya.
Program beasiswa Jepang dinilai memperkuat hubungan Indonesia. Alumni berperan besar dalam pembangunan dan kerja sama bilateral.
Spanyol wajib menang lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026. Simak prediksi, jadwal, dan susunan pemain lengkapnya.
Kurang tidur dan stres bisa ganggu hormon kortisol. Waspadai dampaknya bagi kesehatan dan cara menjaga keseimbangannya.
PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka ‘Rumah Sahabat’ di area outdoor Senayan City pada Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6)