Fajar-Fikri Melaju ke 16 Besar China Open Usai Tekuk Wakil Tuan Rumah
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Hyundai Ioniq 5 - Hyundai
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah menyiapkan skema baru insentif mobil listrik yang membuat besaran subsidi pajak tidak lagi sama untuk semua kendaraan. Mobil listrik berbaterai nikel dipastikan mendapat prioritas insentif lebih besar dibanding jenis baterai lainnya.
Kebijakan ini menjadi kabar penting bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli kendaraan listrik dalam waktu dekat karena potensi penghematan pajaknya bisa cukup besar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa menjelaskan bahwa skema tersebut khusus diberikan untuk mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), bukan kendaraan hybrid.
Insentif yang disiapkan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal II 2026.
“PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya,” kata Purbaya dikutip dari Antara, Jumat (8/5/2026).
Pemerintah sengaja memberikan porsi insentif lebih besar untuk kendaraan berbaterai nikel guna mendukung hilirisasi industri mineral dalam negeri.
Dengan skema tersebut, masyarakat yang membeli mobil listrik berbasis nikel bukan hanya mendapatkan potongan pajak lebih besar, tetapi juga ikut mendukung rantai industri baterai nasional.
Saat ini, sejumlah model kendaraan listrik di Indonesia sudah menggunakan baterai berbasis nikel.
Dari pabrikan Korea Selatan, Hyundai Motor Company menggunakan baterai nikel pada Hyundai Ioniq 5, Hyundai Ioniq 6, dan Hyundai Kona Electric generasi terbaru.
Sementara Kia Corporation membekali baterai serupa pada Kia EV6 dan Kia EV9.
Model-model tersebut disebut berpeluang mendapatkan insentif PPN terbesar apabila aturan final pemerintah resmi diterapkan.
Namun pemerintah menegaskan insentif ini hanya berlaku untuk pembelian mobil listrik baru dan bukan kendaraan bekas maupun hasil konversi.
Sampai saat ini, pemerintah masih mengkaji rincian persentase subsidi untuk masing-masing kategori kendaraan listrik.
Bagi calon konsumen, kondisi ini membuat waktu pembelian menjadi faktor penting. Menunggu aturan resmi terbit bisa memberi peluang mendapatkan potongan pajak yang lebih besar dibanding membeli kendaraan sekarang.
Di sisi lain, kebijakan tersebut diperkirakan akan memperkuat persaingan produsen otomotif yang menggunakan baterai berbasis nikel di Indonesia.
Jika skema subsidi terealisasi penuh, mobil listrik dengan baterai nikel diprediksi menjadi pilihan paling diburu karena menawarkan kombinasi insentif besar dan biaya penggunaan yang lebih hemat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Presiden Prabowo melantik pimpinan Universitas Republik Indonesia. Lembaga baru ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa.
Bank Indonesia mencatat uang beredar M2 tumbuh 8,7 persen menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026, didorong penyaluran kredit.