Aksi Nyata BRI di Jogja, 500 Paket Sembako Dibagikan ke Jemaat Gereja
BRI Regional Yogyakarta menyalurkan 500 paket sembako ke 10 gereja di Jogja melalui program TJSL sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi manfaat.
Hyundai Ioniq 3 (Dok. Hyundai)
Harianjogja.com, JAKARTA — Hyundai kembali mencuri perhatian pasar otomotif global lewat kehadiran Ioniq 3, hatchback listrik ringkas yang dijadwalkan tampil di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada akhir Juli mendatang.
Model ini sebelumnya telah diluncurkan secara global pada April 2026 dan langsung menjadi perbincangan di kalangan pecinta kendaraan listrik. Di Indonesia, kehadirannya masih bersifat perkenalan awal untuk mengukur minat konsumen.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menyebut unit yang dibawa ke GIIAS merupakan edisi spesial. Hyundai belum memastikan penjualan resmi, namun tengah mengamati respons pasar domestik.
“Ioniq 3 itu edisi spesial, kita sedang melihat animo masyarakat di Indonesia,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Dari sisi desain, Hyundai Ioniq 3 mengusung konsep “Aero Hatch” yang mengedepankan efisiensi aerodinamika tanpa mengorbankan kenyamanan kabin. Mobil ini memiliki koefisien hambatan udara 0,263, menjadikannya efisien dalam penggunaan energi.
Tampilan eksterior dipadukan dengan bahasa desain “Art of Steel” serta lampu khas pixel signature yang futuristik. Identitas visualnya diperkuat dengan empat titik pencahayaan yang merepresentasikan huruf “H” dalam kode Morse.
Masuk ke bagian performa, Ioniq 3 menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) dengan sistem kelistrikan 400 volt. Di pasar global, mobil ini tersedia dalam dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 km (WLTP) serta varian 61 kWh yang mampu menempuh hingga 496 km.
Tenaga maksimalnya mencapai 107,8 kW atau setara 147 PS, dengan torsi 250 Nm dan kecepatan puncak hingga 170 km per jam. Untuk pengisian daya, teknologi fast charging memungkinkan baterai terisi dari 10% ke 80% dalam waktu sekitar 29 menit.
Di sektor interior, Hyundai menghadirkan konsep “Furnished Space” yang menekankan kenyamanan dan fleksibilitas. Kabin lima penumpang dirancang lapang, bahkan mampu mengakomodasi tiga orang dewasa di kursi belakang.
Fitur modern turut melengkapi pengalaman berkendara, seperti sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS, Hyundai Digital Key 2, Plug & Charge, hingga Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik eksternal.
Dari sisi keselamatan, Hyundai membekali Ioniq 3 dengan paket Hyundai SmartSense. Teknologi ini mencakup Highway Driving Assist 2, Remote Smart Parking Assist, Blind-Spot View Monitor, hingga tujuh airbag untuk perlindungan maksimal.
Secara dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta wheelbase 2.680 mm. Mobil ini diproduksi di fasilitas Hyundai di Turki untuk memenuhi pasar global, khususnya Eropa.
Kehadiran Ioniq 3 di GIIAS 2026 diprediksi akan menjadi salah satu magnet utama pameran. Jika mendapat respons positif, bukan tidak mungkin Hyundai akan membawa hatchback listrik ini ke pasar Indonesia secara resmi dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRI Regional Yogyakarta menyalurkan 500 paket sembako ke 10 gereja di Jogja melalui program TJSL sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi manfaat.
Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 34,05 persen. Argentina justru berada di posisi terakhir di antara
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Setiap keluarga akan menerima
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Laporan eSafety Australia mengungkap Instagram, WhatsApp, iMessage, dan Snapchat paling sering dikaitkan dengan kasus sextortion. Ribuan korban dilaporkan menga
Benjamin Netanyahu memuji Presiden Argentina Javier Milei dan mendukung Argentina di Piala Dunia 2026. Hubungan kedua negara kini menjadi salah satu yang terdek