Beda Konsep Pernikahan Tradisional dan Modern
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode di ponsel pintar/Wikimedia Common
Harianjogja.com, JAKARTA - Seiring dengan bertumbuhnya kelas menengah dan penetrasi internet yang tinggi, finansial teknologi (Fintech) menjadi salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia.
Industri ini menawarkan beragam jenis jasa keuangan antara lain jasa peminjaman, pendanaan, pembayaran dan manajemen investasi.
Salah satu isu yang cukup krusial dalam fintech adalah persoalan perlindungan keamanan data pribadi. Pemerintah sendiri pun saat ini memberi perhatian lebih dalam hal cyber security.
Untuk membahas lebih jauh mengenai dua tema besar tersebut, Tarsus Indonesia menggelar dua pameran sekaligus dalam waktu bersamaan. Yaitu Indonesia Fintech Show 2019 dengan menggandeng Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) dan Cyber Security Indonesia dengan menggandeng Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
Acara dilaksanakan pada pada 6 – 8 November 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Didukung penuh oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Menhan), dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim POLRI).
Terdapat lebih dari 100 perusahaan yang ikut, baik dalam maupun luar negeri yang bergerak di bidang industri keamanan siber dan finansial teknologi. Para peserta berasal dari delapan negara yaitu Indonesia, Singapura, Polandia, Hungaria, Amerika, Russia, Inggris dan Korea.
Niekke W Budiman, Product Director Tarsus Indonesia mengatakan, dalam pameran ini peserta akan menunjukkan beragam perkembangan industri dan teknologi terkini dari keamanan siber dan Fintech.
"Kami berharap acara ini mampu menjadi solusi tepat bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan segala kebutuhan keamanan siber dan jasa layanan keuangan berbasis teknologi," ujarnya, dalam siaran pers, Kamis (7/11/2019).
Dia optimistis kegiatan ini mampu menarik lebih dari 5.000 pengunjung maupun peserta conference yang berasal dari masyarakat luas dan pelaku usaha.
Mirza Fachys, Wakil Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu target utama serangan siber. Karena itu, pihaknya berharap acara ini dapat menjadi platform yang tepat bagi para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun pelaku usaha.
"Kita harus bersama–sama menjawab masalah terpenting dengan prioritas regulasi dalam menjaga integritas keamanan data dan informasi di tanah air serta membuka wawasan akan pentingnya manajemen keamanan siber," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.
Minum susu sebelum tidur punya manfaat untuk relaksasi, tapi bisa picu asam lambung dan kembung pada sebagian orang.
BBGRM Kulonprogo 2026 berakhir, swadaya warga tembus Rp16,6 miliar. Infrastruktur dan pemberdayaan jadi fokus utama.