KFC Jepang Hentikan Pemesanan Usai Serangan Siber Mitra
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Ilustrasi YouTube./Bloomberg-Chris Ratcliffe
Harianjogja.com, JAKARTA – YouTube mengklaim jumlah iklan di platform tersebut terus meningkat sejak 2017 lalu. Pertumbuhan juga diiringi dengan tren peningkatan iklan dari yang berdurasi pendek ke iklan berdurasi panjang.
Creative Lead Google Indonesia, Ishak Reza mengatakan bahwa penetrasi gawai dan internet yang terus meningkat serta perubahan perilaku masyarakat yang makin gemar menonton dari layar gawai, menjadi pemicu utama peralihan iklan dari layanan konvesional ke digital atau platform dalam jaringan (daring).
Di samping itu, sambungnya, peralihan juga dikarenakan perusahaan merasakan dampak yang signifikan dengan memasang iklan di YouTube.
Reza tidak menyebutkan persentase peningkatan pemasang iklan melalui platform YouTube. Reza hanya memberitahukan bahwa pada periode 2017 – 2019, perbandingan antara iklan berdurasi panjang (long form)dengan iklan berdurasi pendek (short form) yiatu 38 berbanding 12.
Iklan berdurasi pendek adalah iklan yang berjalan dengan durasi 45 detik. Jika sebuah perusahaan mengemas iklan di atas 45 detik, maka termasuk dalam kategori iklan berdurasi panjang. Adapun, skema pemungutan tarif iklan di YouTube diberlakukan apabila durasi menonton iklan oleh pengguna YouTube di atas 30 detik.
Artinya makin lama, durasi iklan yang dipasang di YouTube makin panjang. Disebabkan, pemasang iklan mulai fokus dalam menyajikan iklan yang menarik dan bercerita.
“Bahkan ada yang ditumpuk, satu konten YouTube ditumpuk dengan dua iklan. Jadi makin banyak orang menjangkau YouTube,” kata Reza di Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Di samping itu, sambungnya, sepanjang Juli – Desember 2019, sektor industri yang memasang iklan di YouTube juga makin banyak. Mulai dari industri makanan sampai industri peraratan berat.
Adapun saat ini industri yang paling banyak memasang iklan di YouTube adalah industri makanan, perjalanan dan kecantikan.
Sementara itu, VP Marketing Communications PT Bank Central Asia Tbk. Norissa Saifuddin mengatakan bahwa sebagai perusahaan perbankan kehadiran YouTube merupakan hal yang penting untuk merangkul dan mendekatkan perseroan dengan masyarakat dan pelanggan.
BCA menggunakan kanal YouTube untuk memperkenalkan produk-produk layanan mereka, dengan kemasan iklan yang lebih menarik dan tidak kaku.
“Kami melakukan kampanye bikin video. Pola pikir kami adalah mobile first video," kata Norissa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.