KFC Jepang Hentikan Pemesanan Usai Serangan Siber Mitra

Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko Kamis, 16 Juli 2026 15:47 WIB
KFC Jepang Hentikan Pemesanan Usai Serangan Siber Mitra

Foto ilustrasi KFC. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Jaringan restoran cepat saji KFC Jepang menghentikan sementara layanan pemesanan melalui aplikasi seluler dan situs resminya setelah mitra rantai pasoknya, Nichirei Group, mengalami serangan siber yang melumpuhkan sistem operasional. Gangguan tersebut diperkirakan menghambat distribusi bahan baku ke gerai-gerai KFC dalam beberapa hari ke depan.

Insiden ini berawal dari gangguan besar yang menimpa Nichirei Group, perusahaan penyedia makanan beku dan layanan logistik pendingin terkemuka di Jepang yang berperan penting dalam distribusi komoditas pangan.

Sistem Operasional Nichirei Group Lumpuh

Manajemen Nichirei Group mengonfirmasi sistem operasional perusahaan mengalami kegagalan massal akibat aktivitas akses ilegal tanpa izin.

Gangguan tersebut membuat perusahaan tidak dapat mengatur jadwal pengiriman barang, baik menuju maupun keluar dari gudang penyimpanan berpendingin (refrigerated warehouses), sekaligus menghentikan berbagai aktivitas logistik harian.

Dampak dari kelumpuhan sistem tersebut langsung dirasakan oleh sejumlah pelanggan korporasi, termasuk KFC Jepang yang bergantung pada pasokan bahan baku dari perusahaan tersebut.

KFC Jepang Antisipasi Gangguan Pasokan

Menyusul gangguan distribusi, KFC Jepang mengeluarkan pemberitahuan kepada pelanggan mengenai potensi keterlambatan pasokan ke restoran.

Sebagai langkah antisipasi, perusahaan menghentikan sementara pemesanan melalui aplikasi seluler dan situs web resmi. Selain itu, sejumlah gerai juga bersiap membatasi ketersediaan menu hingga jam operasional.

"Beberapa toko mungkin ditutup tergantung pada ketersediaan bahan makanan," tulis manajemen KFC Jepang.

Data Pribadi Ikut Terdampak

Mengutip laporan The Register, Kamis (16/7/2026), Nichirei Group memastikan penyebab utama gangguan tersebut adalah serangan siber.

Perusahaan juga mengakui pelaku berhasil mengakses server yang menyimpan informasi data pribadi. Meski demikian, manajemen belum mengungkap rincian teknis insiden tersebut karena masih berupaya mencegah dampak yang lebih luas.

Nichirei Group menargetkan proses pemulihan sistem dilakukan secara bertahap hingga seluruh layanan kembali normal.

Diduga Berkaitan dengan Serangan Ransomware

Kelumpuhan layanan logistik Nichirei Group memunculkan indikasi bahwa sistem perusahaan terdampak serangan ransomware, yakni jenis serangan siber yang mengenkripsi data sehingga tidak dapat diakses.

Selain itu, keputusan perusahaan untuk tidak mengungkap detail teknis memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya kelemahan sistem yang berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk menyerang mitra bisnis lain dalam rantai pasok logistik.

Hingga kini, Nichirei Group masih fokus memulihkan sistem operasionalnya agar distribusi logistik dan pasokan pangan dapat kembali berjalan normal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online