Survei IPO: Bahlil Jadi Menteri Paling Diingat Publik
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Kemendikbud menggelar Bincang Pagi yang membahas pembelajaran dari rumah karena wabah corona Covid-19, Selasa (24/3/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, melihat ancaman siber melalui penyebaran file yang menyamar sebagai aplikasi pertemuan sosial populer.
Denis Parinov, pakar keamanan di Kaspersky, mengatakan bahwa pihaknya menyelidiki lanskap ancaman untuk aplikasi pertemuan sosial demi memastikan keamanan dan kenyamanan proses komunikasi para pengguna.
Analisis selanjutnya mendeteksi sekitar 1.300 file teridentifikasi menggunakan nama yang serupa dengan aplikasi terkemuka seperti Zoom, Webex, dan Slack.
“Aplikasi pertemuan sosial saat ini menyediakan cara mudah bagi orang untuk terhubung melalui video. Namun, para pelaku kejahatan siber tidak pernah ragu untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mencoba mendistribusikan berbagai ancaman siber dengan kedok aplikasi populer,” jelasnya lewat rilis resmi yang diterima Bisnis, Senin, (13/4/2020).
Denis mengatakan, di antara 1300 file tersebut, terdapat 200 ancaman terdeteksi. Ancaman paling umum adalah DealPly dan DownloadSponsor.
“Kedua jenis ini merupakan pemasang [installer] yang akan menampilkan iklan atau mengunduh modul adware. Perangkat lunak tersebut biasanya muncul pada perangkat pengguna setelah diunduh dari pasar tidak resmi,” jelasnya.
Meskipun adware bukan jenis perangkat lunak berbahaya, Denis mewanti bahwa mereka tetap dapat menimbulkan risiko privasi.
Terlepas dari adware pakar Kaspersky menemukan ancaman yang disamarkan sebagai file .lnk – pintas (shortcuts) ke aplikasi.
Bahkan, sebagian besar dari mereka terdeteksi sebagai Exploit.Win32.CVE-2010-2568 - kode berbahaya yang cukup lama, tapi masih tersebar luas dan memungkinkan penyerang menginfeksi beberapa komputer dengan malware tambahan.
“Namun \'Raja\' sebenarnya dari aplikasi pertemuan sosial yang namanya paling banyak digunakan oleh para pelaku kejahatan siber dalam percobaan mendistribusikan ancaman siber adalah Skype. Pakar Kaspersky berhasil menemukan sebanyak 120.000 file mencurigakan yang menggunakan nama aplikasi tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak seperti yang lainnya, penggunaan nama aplikasi ini bukan hanya ditujukan untuk mendistribusikan adware, tetapi juga berbagai malware, khususnya Trojan.
Lain halnya dengan Skype, menurutnya, aplikasi ini pada dasarnya sudah menjadi target bagi para pelaku kejahatan siber selama bertahun-tahun karena popularitasnya.
“Pada saat yang sama, kami berpikir bahwa, penting bagi orang-orang untuk mengetahui tentang keberadaan ancaman semacam itu. Sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang kita gunakan sebagai platform pertemuan sosial daring diunduh dari sumber sah, dengan pengaturan tepat dan tidak memiliki kerentanan berat yang belum diatasi sebelumnya,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Pakar UII Yudi Prayudi menjelaskan fungsi LIMS dan pentingnya pengawasan hukum serta audit forensik dalam penyadapan.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menilai penetapan mantan petinggi Polri sebagai tersangka kasus penyadapan menjadi momentum pembenahan institusi.
Helikopter MI-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Tanjung Puting. Dua kru meninggal dunia dan satu masih dicari.
Kiai Kanjeng membawakan Fix You milik Coldplay dengan aransemen gamelan Jawa di Purawisata Amphitheater Jogja.
Iran mengklaim empat kapal tanker terbakar akibat ranjau laut dan dua kapal lainnya ditahan di tengah ketegangan Selat Hormuz.