Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Hujan masih mengguyur saat awal tahun 2022. Para pengendara motor wajib memperhatikan beberapa hal, termasuk cara pengeraman di aspal yang basah. Jika dalam kondisi mendesak sehingga harus tetap berkendara saat hujan, bikers perlu menyiapkan jas hujan berwarna cerah dengan model baju sendiri dan celana sendiri, bukan jas hujan yang memanjang ke bawah. Selain itu, menggunakan helm dengan kaca bening untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Setelah hujan deras mengguyur, bikers akan dihadapkan pada situasi aspal yang basah dan genangan air. Tentunya, pengendalian motor berbeda bila dibandingkan saat kondisi jalanan kering. Sebab kondisi yang basah membuat jalanan terasa lebih licin.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Alfian Dian Pradana membagikan tips bagaimana melakukan pengereman yang aman saat kondisi aspal atau jalanan basah. Bikers harus paham tugas ban motor adalah menopang bobot kendaraan, mencengkram dan berputar melintasi permukaan jalan, meredam benturan, dan menyalurkan tenaga mesin menjadi tenaga dorong untuk kendaraan.
Sedangkan ketika kondisi aspal basah, maka tugas ban bertambah, yaitu menekan dan mengarahkan air keluar dari jalur ban yang mengakibatkan butuh waktu tambahan untuk optimal mengeluarkan air dari jalurnya. Waktu tambahan ini yang harus bikers penuhi agar ban tidak kehilangan cengkraman dari aspal.
Berkendara dengan kecepatan rendah sangat membantu ban memiliki waktu untuk mengusir air dari jalur ban. Hindarilah manuver yang tiba- tiba, pengereman untuk berhenti bisa dilakukan dengan menutup gas sempurna. Dengan demikian. tenaga mesin hilang secara normal dan dilanjutkan pengereman kombinasi depan dan belakang bersamaan, sedikit lebih kuat yang depan, lalu penyaluran tenaga ke tuas rem harus bertahap dan pastikan mengarahkan kendaraan berhenti di tempat yang aman.
Jika butuh menurunkan kecepatan tanpa berhenti total, maka cukup menggunakan rem belakang dengan tenaga untuk menekan atau menarik tuas dilakukan secara halus. Kondisi di atas harus memiliki ruang yang cukup, sehingga lebih aman dengan selalu menjaga jarak dengan kendaraan di sekitarnya. “Kedalaman alur ban akan membantu tugas ban mengalirkan air keluar dari jalurnya, pengecekan bisa secara langsung visual memanfaatkan TWI (tread wear indicator) di ban, atau memanfaatkan gratis program cek dulu ke AHASS terdekat untuk memastikan kendaraan siap dan aman dikendarai,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.