BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Saat memilih sepeda motor baru, banyak konsumen lebih fokus pada desain, konsumsi bahan bakar, atau fitur hiburan. Padahal, ada satu aspek yang jauh lebih penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara, yakni sistem pengereman.
Saat ini, dua teknologi pengereman yang paling banyak digunakan pada sepeda motor modern adalah Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS). Keduanya memang dirancang untuk meningkatkan keamanan saat mengerem, tetapi memiliki cara kerja, fungsi, dan tingkat perlindungan yang berbeda.
Memahami perbedaan keduanya penting agar pengendara bisa memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi jalan yang sering dilalui.
Cara Kerja CBS dan ABS
CBS atau Combi Brake System bekerja secara mekanis dengan menghubungkan rem depan dan belakang. Ketika pengendara menarik salah satu tuas rem, sistem akan mendistribusikan sebagian tekanan pengereman ke roda lainnya.
Teknologi ini membantu menciptakan pengereman yang lebih seimbang sehingga motor lebih stabil. Sistem tersebut sangat membantu pengendara pemula yang belum terbiasa mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara optimal.
Sementara itu, ABS atau Anti-lock Braking System menggunakan teknologi elektronik yang jauh lebih kompleks. Sistem ini dilengkapi sensor yang memantau putaran roda secara terus-menerus.
Ketika sensor mendeteksi roda hampir terkunci akibat pengereman mendadak, ABS secara otomatis mengurangi dan mengembalikan tekanan rem dalam hitungan milidetik. Proses tersebut membuat roda tetap berputar sehingga traksi tetap terjaga.
Perbedaan Fungsi Utama
CBS dirancang untuk membantu pengendara mendapatkan distribusi pengereman yang lebih ideal. Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko kesalahan pengereman.
Di sisi lain, ABS berfokus pada pencegahan roda terkunci saat pengereman keras. Dengan roda yang tetap berputar, pengendara masih dapat mengendalikan arah motor dan menghindari rintangan meskipun sedang melakukan pengereman darurat.
Karena alasan tersebut, ABS dianggap sebagai salah satu fitur keselamatan paling penting pada sepeda motor modern.
Efektivitas di Jalan
Dalam penggunaan sehari-hari di area perkotaan, CBS sudah cukup membantu. Sistem ini bekerja optimal pada kecepatan rendah hingga menengah, terutama di jalan kering dan kondisi lalu lintas normal.
Namun, saat kecepatan tinggi atau permukaan jalan licin, kemampuan CBS memiliki keterbatasan karena tidak dapat mencegah roda terkunci jika rem ditekan terlalu kuat.
Sebaliknya, ABS menunjukkan keunggulan pada situasi darurat, jalan basah, tikungan, maupun permukaan jalan yang licin. Sistem ini menjaga traksi roda sehingga risiko tergelincir dapat ditekan.
Perbedaan Harga dan Perawatan
Motor yang menggunakan CBS umumnya dibanderol lebih murah. Komponen yang sederhana membuat biaya perawatan relatif rendah dan tidak jauh berbeda dengan sistem rem konvensional.
Sementara motor berfitur ABS biasanya memiliki harga lebih tinggi. Selisihnya dapat mencapai sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta dibandingkan varian non-ABS.
Selain harga pembelian, biaya perawatan ABS juga cenderung lebih besar karena melibatkan sensor, modul elektronik, dan sistem hidrolik yang lebih kompleks.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pengendara.
Bagi pengguna motor harian di perkotaan yang mengutamakan efisiensi dan harga terjangkau, CBS sudah cukup memenuhi kebutuhan keselamatan dasar.
Namun, bagi pengendara yang sering menempuh perjalanan jauh, melintasi jalan basah, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau menginginkan perlindungan maksimal saat pengereman darurat, ABS menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan.
Pada akhirnya, baik CBS maupun ABS memiliki keunggulan masing-masing. Namun dari sisi keselamatan, ABS menawarkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi karena mampu mencegah roda terkunci dan membantu pengendara tetap mengendalikan motor dalam kondisi kritis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.