Bojan Hodak Dikabarkan Tinggalkan Persib Setelah Tiga Gelar
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Subaru Solterra - Subaru
Harianjogja.com, JOGJA — Pabrikan otomotif asal Jepang, Subaru telah mengkonfirmasi akan membangung pabrik mobil listrik di Jepang. Pabrik tersebut bakal menjadi pusat manufaktur mobil listrik pertama yang dibangun dari nol di Jepang.
Pabrik disebut akan menelan investasi sekitar US$1,9 miliar atau setara Rp28 triliun. Pabrik dari Subaru ini akan dibangun di dekat pabrik utama Subaru dan fasilitas lainnya di Ota, Prefektur Gunma. Target produksi masih belum jelas, tapi diperkirakan sanggup menghasilkan beberapa puluh ribu mobil per tahun. Subaru berharap pabrik baru itu akan memberikan dorongan besar untuk produksi mobil listrik.
Subaru mulai menerima pesanan pada 12 Mei untuk mobil listrik pertama yang dijual di seluruh dunia, Solterra. Sasis mobil ini hasil kolaborasi antara Subaru dengan Toyota Motor. Subaru memproduksi mobil itu ke pabrik Motomachi Toyota di Prefektur Aichi. Saat ini telah Subaru menghasilkan 700.000 unit mobil per tahun, dan sebagian besar kendaraan bertenaga bensin. Subaru berharap dapat meningkatkan pangsa penjualan mobil listrik dan hybrid menjadi lebih dari 40 persen pada 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : NHK & Automotive News
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.