Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu agar Mesin Tetap Awet
Cara membedakan oli asli dan palsu perlu diketahui pemilik kendaraan. Kenali ciri kemasan, warna, hingga dampak fatal oli palsu terhadap mesin mobil dan motor.
Oli mesin. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Harga oli palsu memang lebih murah, tetapi kerusakan yang ditimbulkannya bisa membuat pemilik kendaraan merogoh kocek jutaan rupiah. Karena itu, mengenali ciri-ciri oli asli dan palsu menjadi hal penting agar mesin mobil maupun motor tetap terlindungi dari risiko kerusakan jangka panjang.
Sekilas, kemasan oli palsu memang sering dibuat menyerupai produk asli. Namun jika diperhatikan lebih teliti, ada sejumlah tanda yang bisa membantu konsumen mengenali perbedaannya sebelum terlambat.
Dilansir dari laman Suzuki, salah satu bagian yang wajib diperiksa adalah tutup botol oli. Produk asli selalu dilengkapi segel pengaman dan sistem penutup sekali pakai. Apabila tutup terlihat longgar, penyok, atau segelnya sudah rusak, konsumen patut curiga karena kondisi tersebut bisa menjadi indikasi bahwa botol pernah dibuka sebelumnya.
Selain tutup botol, label kemasan juga perlu mendapat perhatian khusus. Oli asli biasanya memiliki kualitas cetakan yang tajam dengan warna yang jelas serta dilengkapi stiker hologram resmi dari produsen.
Sebaliknya, pada produk palsu sering ditemukan label yang terlihat kusam, hasil cetakan kurang rapi, warna yang berbeda dari kemasan asli, atau bahkan tidak memiliki hologram pengaman sama sekali.
Bentuk fisik botol juga bisa menjadi petunjuk penting. Karena banyak menggunakan botol bekas, kemasan oli palsu kerap memiliki goresan, lecet, atau penyok yang tidak wajar. Semakin sering konsumen membeli merek oli yang sama, semakin mudah mengenali perbedaan kualitas kemasan tersebut.
Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah nomor produksi. Pada produk asli, nomor produksi yang tercantum pada badan botol dan tutup kemasan harus sesuai. Jika nomor berbeda atau bahkan tidak ditemukan sama sekali, produk tersebut layak dicurigai.
Pemeriksaan terakhir bisa dilakukan setelah kemasan dibuka. Oli asli umumnya memiliki warna bening kekuningan dan tidak mengeluarkan bau gosong. Beberapa jenis bahkan mempunyai aroma khas yang menjadi ciri produk tersebut.
Sementara itu, oli palsu yang berasal dari oli bekas biasanya berwarna lebih gelap, keruh, atau kehitaman meskipun sudah melalui proses penyaringan. Baunya juga cenderung menyengat dan tidak sedap.
Bahaya penggunaan oli palsu tidak hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
Oli memiliki fungsi utama sebagai pelumas yang mengurangi gesekan antar-komponen mesin. Ketika kualitas pelumas buruk, komponen logam akan saling bergesekan secara berlebihan sehingga mempercepat keausan.
Kondisi tersebut dapat memicu munculnya suara kasar pada mesin, penurunan performa kendaraan, hingga gangguan sirkulasi pelumasan karena adanya endapan kotoran yang terbawa ke dalam sistem mesin.
Risiko lainnya adalah meningkatnya suhu kerja mesin. Oli palsu umumnya tidak memiliki kemampuan pendinginan yang baik sehingga membuat mesin lebih mudah mengalami overheat saat digunakan dalam perjalanan jauh maupun kondisi lalu lintas padat.
Dalam jangka panjang, kerusakan dapat terjadi pada berbagai komponen penting seperti noken as, kepala silinder, dan bagian lain yang bekerja dengan tingkat gesekan tinggi. Kerusakan pada area tersebut biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Ironisnya, banyak pemilik kendaraan baru menyadari dampak penggunaan oli palsu setelah performa mesin mulai menurun. Padahal kerusakan tersebut berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang langsung terlihat.
Karena itu, membeli oli asli dari toko terpercaya atau bengkel resmi merupakan langkah yang jauh lebih aman dibanding mengambil risiko demi selisih harga yang relatif kecil.
Selain memastikan keaslian oli, pemilik kendaraan juga disarankan melakukan penggantian filter oli secara rutin, menjalani servis berkala, dan melakukan tune up sesuai jadwal. Perawatan yang konsisten akan membantu menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus memperpanjang usia kendaraan.
Dengan semakin maraknya peredaran oli palsu, konsumen dituntut lebih teliti sebelum membeli. Sedikit waktu untuk memeriksa kemasan dan kualitas produk dapat menghindarkan pemilik kendaraan dari risiko kerusakan mesin yang jauh lebih mahal di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara membedakan oli asli dan palsu perlu diketahui pemilik kendaraan. Kenali ciri kemasan, warna, hingga dampak fatal oli palsu terhadap mesin mobil dan motor.
UNICEF konfirmasi foto Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal adalah asli. Keduanya kini sama-sama Duta UNICEF dan akan berhadapan di final Piala Dunia 2026.
AI China makin dilirik perusahaan global karena biaya jauh lebih murah dari OpenAI & Claude. DoorDash, Airbnb, Siemens beralih. Simak dampaknya bagi Indonesia.
Final Piala Dunia 2026: Duel guru-murid antara Luis de la Fuente (Spanyol) dan Lionel Scaloni (Argentina). Kisah instruktur dan mantan murid di panggung terbesa
Sudirman Said kembali diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah Petral periode 2008–2015. Ini merupakan pemeriksaan k
Penelitian terbaru dari Inggris mengungkap alasan perempuan dianggap lebih jago multitasking. Ternyata bukan karena kapasitas otak berbeda, melainkan kemampuan