Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Asteroid 2013 YD48
Harianjogja.com, JAKARTA—Pesawat ruang angkasa senilai $330 juta (£300 juta) dengan kecepatan 7 kilometer per detik akan menabrak asteroid yang berjarak sekitar 11 juta kilometer di atas Samudra Hindia di tengah malam hari Senin 26 September waktu AS.
Ini merupakan uji coba NASA untuk menghancurkan asteroid Dimorphos yang memiliki berat setengah ton itu. Proyek Dart, atau uji pengalihan asteroid ganda, adalah eksperimen, atau misi pertama yang akan menguji apakah asteroid dapat dibelokkan jika ditemukan pada jalur tabrakan dengan Bumi.
Harapannya, tabrakan pesawat itu, dapat mencegah Armageddon atau tabrakan asteroid pada bumi. Astronom dan Anggota Tim Investigasi Nasa Dart di Queen's University Belfast, Prof Alan Fitzsimmons, mengatakan yang mereka lakukan adalah menggunakan energi sebanyak mungkin dari Dart untuk menggerakkan asteroid.
BACA JUGA: Keren! Robot-Robot Pelayan Hotel dan Restoran Dipamerkan di Bali
Misi Dart diluncurkan dari pangkalan pasukan luar angkasa Vandenberg pada November tahun lalu. Pada Senin malam, pengendali misi akan menyerahkan kendali ke perangkat lunak Dart dan membiarkan probe itu mengendalikannya. Tabrakan itu, yang akan terjadi sekitar pukul 12.14 pada hari Selasa, waktu Inggris, akan direkam oleh kamera Dart dan dua lagi di atas probe Italia kecil bernama LiciaCube.
Misi Dart juga telah disetting agar tidak menjatuhkan Dimorphos ke jalur tabrakan dengan Bumi. Ketika Dart bertabrakan, dampaknya tidak lebih dari menaikkan awan puing dan memperlambat Dimorphos, dan mengubah orbitnya agar menjauh dari bumi.
Para astronom akan menggunakan teleskop darat untuk mengamati asteroid sebelum dan sesudah Dart bertabrakan. Di antaranya, teleskop baru yang dipasang di Turkana Basin Institute di Kenya utara bertujuan untuk menangkap momen tumbukan dan awan debu Dart muncul. Jumlah puing-puing akan tergantung pada energi tumbukan, jenis batuan Dimorphos terbuat dari dan apakah bahan terikat longgar atau erat.
BACA JUGA: Kemenkominfo dan Keamanan Siber Portugal Bahas Kerja Sama
Setelah tabrakan, para ilmuwan akan mengetahui seberapa banyak Dimorphos telah diperlambat oleh tabrakan tersebut. Untuk melakukan ini, mereka akan memantau kecerahan asteroid yang lebih besar, Didymos, yang sedikit meredup setiap kali Dimorphos melintas di depan untuk menyelesaikan satu putaran. Dimorphos saat ini membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk mengorbit Didymos, dan diperkirakan akan memakan waktu beberapa menit lebih lama setelah Dart menyerang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.