Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Ilustrasi bermedia sosial./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Etika dalam berinternet sangat penting diterapkan untuk mencegah timbulnya konflik atau drama di media sosial.
Dikutip dari Antara, dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Albertus Magnus Prestianta mengatakan konflik atau drama di media sosial kerap terjadi dan dipicu oleh sejumlah hal, seperti informasi hoaks atau pesan menyinggung SARA yang menyulut emosi.
“Dalam situasi itu, dibutuhkan apa yang namanya netiket,” ujar Albertus.
Netiket adalah seperangkat cara tentang perilaku dan tata krama saat berkomunikasi dengan orang lain lewat internet.
Prinsip tersebut, kata dia, ibarat pepatah yang berbunyi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun seseorang berada, orang tersebut harus tetap menghormati aturan yang berlaku.
Untuk mencegah terjadinya drama atau konflik di media sosial, Albertus menyarankan untuk menerapkan prinsip saring sebelum berbagi. Selain itu, perlu pula pemahaman netiket untuk membentengi diri dan mengendalikan diri.
"Kuasai keterampilan menyeleksi dan menganalisis informasi saat berkomunikasi di platform digital,” ucap Albertus.
Hal itu disampaikannya dalam sesi penjabaran materi dalam program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kemenkominfo belum lama ini.
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bone Nur Aisyah Rusnali menambahkan beberapa jenis informasi yang patut diwaspadai agar tidak terperangkap informasi hoaks, di antaranya berhati-hati dengan judul berita yang provokatif.
“Perhatikan kalimat yang merendahkan harga diri atau melecehkan orang lain, kelompok, maupun suku. Jika mendapati informasi hoaks, stop untuk tidak meneruskan ke orang lain. Ingat, jejak digital itu abadi,” ucap Nur Aisyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.