Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Kendaraan tengah mengisi daya di SPLU Chargemaster./BP
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah mendorong penggunaan motor listrik melalui subsidi Rp7 juta dengan kuota 200.000 unit sampai akhir tahun ini. Namun berdasarkan data dari laman SISAPIRa (Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua) baru 4.148 unit yang tersalurkan.
Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Arif Wismadi menjelaskan layaknya hidup, teknologi juga punya beberapa siklus. Mulai dari lahir, tumbuh, dewasa, menua, dan mati. Di setiap tahap, strategi menumbuhkannya berbeda-beda.
Baca Juga: Pemberian Tambahan Diskon untuk Kendaraan Listrik Tengah Dikaji
Menurutnya saat ini motor listrik ada di tahap tumbuh, cirinya kebutuhan biaya banyak tapi penambahan fungsi tidak begitu banyak. Kendaraan listrik masih dituntun untuk menghasilkan baterai yang efisien.
"Untuk itu memang market mestinya tidak menargetkan untuk masyarakat umum yang hanya bisa dipenetrasi oleh teknologi yang sudah matang," paparnya, Kamis (16/11/2023).
Sebab teknologinya belum matang, ia menyebut mestinya yang menjadi sasaran captive market, dengan satu transaksi dapat terbeli jumlah besar. Misalnya kendaraan operasional perusahaan yang punya komitmen green.
Baca Juga: Di Negara Maju, Mobil Listrik Masih Jadi Kendaraan Sekunder
Menurutnya, jika sasarannya adalah masyarakat umum, akan muncul berbagai pertanyaan. Seperti siapa yang mestinya menerima manfaat subsidi? Orang kaya yang berkomitmen green tapi tidak mau membayar tinggi atau masyarakat miskin yang kurang aware tentang green teknologi tapi sangat sangat butuh solusi mobilitas.
"Revisi skema subsidi dengan sasaran penerima yang terkendali, dan ubah sasaran untuk captive market skala besar, bukan retail ke end user," jelasnya.
Baca Juga: Subsidi Sepeda Motor Listrik Bakal Naik Jadi Rp10 Juta, Begini Penjelasan Pemerintah
Saat ini, kata Arif, opsi mobilitas dengan kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih bisa menjadi solusi alternatif yang dirasa oleh masyarakat lebih murah. Meskipun menjauhkan dari pencapaian pemerintah untuk program dekarbonisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.