BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Whatsapp - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp terus berinovasi dengan menghadirkan fitur pengelolaan penyimpanan per chat yang memungkinkan pengguna mengatur ruang penyimpanan secara selektif.
WA Beta Info mengungkapkan, fitur ini menjadi solusi cerdas bagi pemilik perangkat dengan kapasitas terbatas. Setidaknya ada 4 Fitur Unggulan WhatsApp Terbaru, yakni:
- Kelola Penyimpanan per Chat
Akses pengaturan penyimpanan langsung dari layar info obrolan tanpa perlu membuka menu pengaturan utama
- Hapus Media Berukuran Besar
Tampilan file media berdasarkan ukuran, memudahkan identifikasi file yang menghabiskan ruang penyimpanan
- Hapus File Secara Massal
Pilih dan hapus beberapa file sekaligus tanpa proses manual satu per satu
- Tandai Media Penting
Proteksi file berharga agar tidak terhapus secara tidak sengaja selama proses pembersihan
Manfaat Fitur bagi Pengguna
Cara Akses Fitur
Fitur ini sedang dalam tahap uji coba WhatsApp Beta untuk Android. Belum ada tanggal pasti rilis versi stabil, namun pengguna disarankan update aplikasi secara berkala.
Sambil menunggu fitur resmi:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.