Tanda WhatsApp Disadap atau Diakses Orang Lain, Ini Cara Mengeceknya

Jumali
Jumali Rabu, 04 November 2026 11:37 WIB
Tanda WhatsApp Disadap atau Diakses Orang Lain, Ini Cara Mengeceknya

Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna WhatsApp perlu rutin memeriksa keamanan akun untuk mencegah akses tanpa izin. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengecek daftar perangkat tertaut. Jika ditemukan perangkat asing, ada kemungkinan akun telah diakses orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kekhawatiran mengenai penyadapan komunikasi belakangan kembali menjadi perhatian. Namun, penyadapan komunikasi dan pembajakan akun WhatsApp merupakan dua persoalan berbeda.

Pengambilalihan akun WhatsApp dapat terjadi ketika pelaku memperoleh akses melalui proses pendaftaran nomor telepon atau menghubungkan perangkat tanpa izin pemilik akun.

WhatsApp melalui laman bantuan resminya, dikutip Rabu (4/11/2026), mengingatkan pengguna agar memeriksa perangkat yang terhubung secara berkala.

"Penting untuk memeriksa perangkat tertaut Anda secara berkala," tulis manajemen WhatsApp dalam laman resminya.

Ada sejumlah kondisi yang patut diwaspadai karena dapat mengindikasikan akun WhatsApp sedang dicoba diakses atau telah digunakan pihak lain. Berikut lima tanda yang perlu dikenali pengguna, sebagaimana dirangkum dari informasi resmi WhatsApp dan Meta.

1. Ada Perangkat Asing di Daftar Perangkat Tertaut

Pengguna dapat memeriksa menu Linked Devices atau Perangkat Tertaut untuk mengetahui perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp.

Jika muncul perangkat yang tidak dikenali atau tidak pernah digunakan untuk mengakses WhatsApp, pengguna perlu segera memeriksanya. Perangkat tersebut bisa menjadi indikasi adanya akses tanpa izin.

2. Akun WhatsApp Tiba-Tiba Keluar

WhatsApp yang mendadak keluar dari akun juga perlu diwaspadai, terutama jika muncul pemberitahuan bahwa nomor telepon telah didaftarkan pada perangkat lain.

Kondisi tersebut patut dicurigai apabila pengguna tidak sedang memindahkan akun atau melakukan pendaftaran ulang di ponsel baru.

3. Mendapat Kode Verifikasi Tanpa Meminta

Kode verifikasi yang tiba-tiba masuk melalui SMS atau panggilan telepon bisa menjadi tanda seseorang sedang mencoba mendaftarkan nomor WhatsApp pengguna di perangkat lain.

Meski demikian, penerimaan kode tersebut tidak otomatis berarti akun telah berhasil dibajak. Pengguna sebaiknya tidak memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp.

4. Muncul Permintaan Menghubungkan Perangkat

Modus lain yang perlu diwaspadai berkaitan dengan fitur penautan perangkat. Meta memperingatkan bahwa pelaku dapat mengelabui pengguna agar memindai kode QR atau memasukkan kode penautan tertentu.

Jika berhasil, akun WhatsApp korban berpotensi terhubung ke perangkat milik pelaku.

"Pelaku mungkin mencoba mengelabui Anda agar menautkan akun WhatsApp ke perangkat mereka," tulis Meta dalam pengumuman resminya, dikutip Rabu (4/11/2026).

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memindai kode QR atau memasukkan kode penautan yang sumber dan tujuannya tidak diketahui.

5. Kontak Menerima Pesan yang Tidak Pernah Dikirim

Tanda lainnya dapat diketahui dari laporan teman, keluarga, atau kontak lain. Misalnya, mereka menerima pesan dari akun pengguna yang berisi permintaan uang, informasi pribadi, atau tautan mencurigakan.

Jika pemilik akun tidak pernah mengirimkan pesan tersebut, ada kemungkinan akun telah disalahgunakan pihak lain.

Cara Mengecek dan Mengamankan Akun WhatsApp

Pengguna bisa memeriksa perangkat yang terhubung untuk memastikan tidak ada akses mencurigakan. Caranya berbeda sesuai sistem operasi ponsel.

  • Android: Buka WhatsApp, ketuk ikon tiga titik di sudut kanan atas, kemudian pilih Perangkat Tertaut.

  • iPhone: Buka WhatsApp, lalu masuk ke menu Pengaturan dan pilih Perangkat Tertaut.

Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, pilih perangkat tersebut dan tekan opsi Log Out atau Keluar untuk memutus aksesnya.

Apabila akun sudah diambil alih, WhatsApp menyarankan pengguna mendaftarkan ulang nomor telepon dengan memasukkan kode verifikasi enam digit yang diterima. Proses tersebut akan mengeluarkan pihak lain yang sedang menggunakan akun dengan nomor tersebut.

Untuk memperkuat keamanan, pengguna juga disarankan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. Selain itu, jangan pernah membagikan kode registrasi WhatsApp kepada orang lain.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati karena pemeriksaan perangkat tertaut dan verifikasi dua langkah tidak menjamin perlindungan dari seluruh bentuk penyadapan komunikasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online