Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Rusia mendesak warganya beralih ke aplikasi lokal setelah mengancam memblokir WhatsApp bila tetap menolak patuhi undang-undang data nasional.
Badan pengawas komunikasi Roskomnadzor secara resmi menyampaikan ultimatum tersebut pada Jumat (28/11/2025) waktu setempat.
Dilansir dari AFP, dalam pernyataannya, Roskomnadzor menegaskan bahwa pemblokiran penuh akan diterapkan jika WhatsApp milik Meta itu terus mengabaikan kewajiban hukum Rusia. Pihak berwenang juga secara terbuka mengimbau warganya untuk beralih ke aplikasi pesan dalam negeri yang dinilai lebih mematuhi regulasi nasional.
Langkah ini merupakan eskalasi dari kebijakan pembatasan sebelumnya. Pada Agustus lalu, pemerintah Rusia telah memblokir fungsi panggilan di WhatsApp sebagai bagian dari tindakan keras terhadap platform media sosial asal Barat.
Meta sebagai perusahaan induk WhatsApp menanggapi ancaman ini dengan menyebutnya sebagai bentuk represi terhadap kebebasan berkomunikasi. Perwakilan perusahaan menyatakan, "Larangan ini merupakan upaya Rusia untuk membatasi hak warga dalam berkomunikasi secara aman dan privat."
WhatsApp dan Telegram saat ini menjadi dua platform pesan instan paling populer di Rusia. Pemerintah menuntut kedua aplikasi tersebut memberikan akses data kepada otoritas penegak hukum, khususnya untuk penyelidikan kasus penipuan dan aktivitas yang dikategorikan sebagai terorisme.
Sebagai alternatif, Rusia aktif mempromosikan Max, aplikasi pesan buatan dalam negeri yang tidak dilengkapi dengan enkripsi end-to-end. Kebijakan ini diperkuat dengan kewajiban pra-instal aplikasi tersebut di semua perangkat ponsel dan tablet baru yang dijual di Rusia.
Kritik terhadap kebijakan ini datang dari berbagai kelompok pemerhati hak digital. Mereka menilai pembatasan WhatsApp dan promosi aplikasi lokal tanpa proteksi privasi yang memadai berpotensi digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga.
Lebih jauh, para pengkritik menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya Kremlin memperketat kontrol informasi, khususnya dalam membungkam suara-suara yang mengkritik kebijakan Presiden Vladimir Putin dan operasi militer Rusia di Ukraina. Ancaman pemblokiran ini memperlihatkan ketegangan terus-menerus antara otoritas Rusia dengan perusahaan teknologi global mengenai isu kedaulatan data dan kebebasan berinternet.
WhatsApp diblokir, aplikasi lokal Rusia, regulasi data nasional, pengawasan internet, kebebasan komunikasi, Roskomnadzor ultimatum, privasi pengguna, pesan instan Rusia, Harian Jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.