Delapan Tim Asia Lolos ke Piala Dunia U-17, Ada Vietnam
Vietnam lolos ke Piala Dunia U-17 2026 usai tampil impresif di Piala Asia U-17, sementara Indonesia kembali absen.
Whatsapp - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kejahatan siber melalui aplikasi WhatsApp kian beragam dan terorganisir dengan menyasar kelalaian pengguna. Modusnya mulai dari kurir paket fiktif hingga pemindaian kode QR palsu atau quishing untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan seusai maraknya kasus pembobolan rekening melalui file aplikasi berbahaya. Pengguna diimbau tidak sembarangan mengeklik tautan atau mengunduh dokumen dari nomor tak dikenal karena berisiko memberi akses kepada pelaku kejahatan siber.
Modus File APK Berkedok Undangan hingga Tilang
Pelaku biasanya memanfaatkan manipulasi psikologis dengan memicu rasa panik atau penasaran korban. Mereka mengirim file berformat .apk yang disamarkan sebagai foto paket, surat undangan pernikahan, hingga surat tilang elektronik.
Seusai korban menginstal file tersebut, perangkat ponsel dapat dikendalikan dari jarak jauh. Peretas kemudian membuka akses ke aplikasi perbankan digital dan berpotensi menguras saldo korban. Risiko lain mencakup pencurian data sensitif seperti foto, video, hingga lokasi terkini.
Jebakan VCS dan Pemerasan
Selain modus file berbahaya, pelaku juga kerap menjerat korban melalui jebakan Video Call Sex (VCS). Seusai memperoleh konten pribadi, pelaku melancarkan ancaman penyebaran video atau foto untuk memeras korban secara finansial.
Ancaman intimidasi ini menjadi risiko nyata bagi pengguna digital yang lengah menjaga privasi dan keamanan akun mereka.
Kenali Tanda Urgensi Palsu
Untuk menghindari jebakan tersebut, pengguna disarankan mengabaikan file .apk dari sumber tidak resmi. Waspadai pula pesan dengan nada mendesak, seperti permintaan verifikasi segera atau ancaman penghapusan akun.
Seusai menerima pesan mencurigakan, sebaiknya lakukan konfirmasi kepada pihak berkompeten atau kerabat sebelum mengambil tindakan. Langkah sederhana ini dapat mencegah kerugian yang lebih besar.
Aktifkan 2FA untuk Perlindungan Tambahan
Waspada menjadi kunci utama keselamatan di ruang digital. Pengguna disarankan mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) pada seluruh akun penting guna menambah lapisan perlindungan.
Seusai memperkuat sistem keamanan perangkat dan akun, ruang gerak pelaku penipuan siber akan semakin terbatas sehingga potensi kerugian dapat diminimalisasi.
| Modus Penipuan | Kedok yang Digunakan | Target Utama Pelaku |
| Kurir Palsu | File APK "Foto Paket J&T/Kurir" | Akses SMS & M-Banking. |
| Undangan Nikah | File APK "Surat Undangan" | Pencurian Data Kontak. |
| Surat Tilang | File APK "Surat Tilang-1.0" | Kontrol Perangkat Jarak Jauh. |
| MyTelkomsel Palsu | Izin Akses Data Pribadi | Penyalahgunaan Identitas. |
| Quishing (QR Code) | Stiker QR di Tempat Umum | Phishing Situs Berbahaya. |
| Jebakan VCS | Video Call dari Nomor Asing | Pemerasan & Ancaman. |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vietnam lolos ke Piala Dunia U-17 2026 usai tampil impresif di Piala Asia U-17, sementara Indonesia kembali absen.
Psikiater ingatkan bahaya stres akibat media sosial pada perempuan, terutama ibu, yang berdampak pada kesehatan mental keluarga.
Nelayan hilang akibat ombak di Pantai Baru Bantul ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan akhiri operasi pencarian.
Sony dikabarkan meluncurkan headphone premium WH-1000XX The ColleXion dengan desain mewah dan harga tinggi. Simak bocoran lengkapnya.
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati DIY memperkuat kerja sama hukum. Iuran pekerja Rp13,7 miliar berhasil dipulihkan hingga 2026.