Pemkab Magelang Tanggung Biaya Pengobatan Korban Dugaan Keracunan Es Buah
Pemkab Magelang menjamin biaya rawat jalan dan rawat inap warga yang diduga keracunan es buah. Puskesmas Kajoran disiagakan 24 jam.
Mercedes-Benz E350e. - Mercedes/Benz
Harianjogja.com, JOGJA—Regulator persaingan usaha di Korea Selatan menjatuhkan denda kepada Mercedes-Benz karena dinilai menyesatkan konsumen terkait pemasok baterai kendaraan listriknya. Denda yang dijatuhkan mencapai sekitar Rp124 miliar setelah perusahaan disebut tidak transparan mengenai penggunaan baterai pada beberapa model mobil listriknya.
Mengutip laporan Reuters, Korea Fair Trade Commission (FTC) pada Selasa (10/3/2026) menyatakan bahwa Mercedes memberikan panduan penjualan kepada dealer yang menyebut seluruh model kendaraan listrik Mercedes-Benz EQE dan Mercedes-Benz EQS menggunakan sel baterai dari Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
CATL sendiri merupakan produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia yang berbasis di China.
Namun hasil penyelidikan regulator menunjukkan bahwa sejumlah unit kendaraan listrik Mercedes justru menggunakan sel baterai dari Farasis Energy, yang juga berasal dari China.
Menurut FTC, informasi mengenai penggunaan baterai dari Farasis tidak dicantumkan dalam panduan penjualan internal sehingga tidak diketahui oleh dealer maupun konsumen.
Perbedaan Reputasi Produsen Baterai
Berdasarkan data pelacak industri SNE Research, CATL menguasai sekitar 39% pangsa pasar baterai kendaraan listrik global pada 2025.
Sebaliknya, Farasis Energy tidak masuk dalam daftar 10 produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Perbedaan reputasi ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa Mercedes tidak mengungkapkan informasi tersebut secara terbuka.
Penyelidikan Dipicu Kebakaran EV
FTC menyebut penyelidikan terhadap Mercedes bermula dari insiden kebakaran kendaraan listrik pada Agustus 2024 di sebuah tempat parkir bawah tanah di Incheon.
Mobil yang terbakar tersebut diketahui menggunakan sel baterai dari Farasis.
Regulator menemukan bahwa sekitar 3.000 kendaraan Mercedes yang menggunakan baterai Farasis telah terjual antara Juni 2023 hingga Agustus 2024, dengan nilai penjualan mencapai sekitar 281 miliar won.
Denda yang dijatuhkan sebesar 11,2 miliar won atau sekitar 4% dari nilai penjualan terkait, yang merupakan batas maksimum hukuman untuk praktik perdagangan tidak adil berdasarkan hukum Korea Selatan.
Kantor Pusat dan Anak Usaha Kena Sanksi
Seorang pejabat FTC menyatakan bahwa Mercedes-Benz di Jerman dan unit operasionalnya di Korea Selatan akan bersama-sama menanggung pembayaran denda tersebut.
Selain itu, regulator juga akan merujuk kedua entitas tersebut kepada jaksa penuntut. Langkah ini diambil karena keduanya dinilai terlibat dalam penyusunan maupun distribusi pedoman penjualan yang dianggap menyesatkan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi produsen otomotif global untuk lebih transparan dalam memberikan informasi kepada konsumen, terutama terkait komponen krusial seperti baterai kendaraan listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang menjamin biaya rawat jalan dan rawat inap warga yang diduga keracunan es buah. Puskesmas Kajoran disiagakan 24 jam.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.