Al Nassr Kalah di Final ACL2, Ronaldo Tinggalkan Podium
Al Nassr gagal juara ACL2 seusai kalah 0-1 dari Gamba Osaka. Cristiano Ronaldo jadi sorotan karena walk out dan tak mau menerima medali runner-up.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pemerintah Inggris membatasi media sosial bagi anak di bawah umur menghadapi penolakan keras dari pihak yang paling terdampak: remaja itu sendiri. Mereka menilai larangan total bukan solusi, meski memahami risiko media sosial.
Konsultasi publik yang dibuka oleh Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris awal tahun ini memicu gelombang kritik dari kaum muda. Proses konsultasi yang akan ditutup Mei mendatang meminta seluruh warga, termasuk anak-anak, memberikan masukan terkait rencana pembatasan.
Elizabeth Alayande (17) mewakili suara generasi Z. Menurutnya, media sosial membantu membangun kepercayaan diri dan identitas, menjadi ruang mengekspresikan diri lewat video kreatif maupun interaksi dengan teman sebaya. “Dan saya rasa itu bukan pemborosan waktu terbesar jika dibagi secara seimbang dengan prioritas lain,” ujarnya kepada Reuters.
Leah Osando (16) menekankan sisi teknis dan potensi risiko. Larangan justru bisa mendorong anak-anak ke dark web atau VPN, yang lebih sulit diawasi dan berbahaya. Banyak remaja ternyata lihai mengakali kontrol dan fitur keamanan platform, meski Snapchat, Instagram, dan TikTok telah menerapkan akun privat default, batasan waktu layar 60 menit, dan pembatasan konten sensitif.
Ahli juga menyoroti pendekatan yang lebih tepat. Sonia Livingstone, pemimpin Digital Futures for Children di London School of Economics, menyarankan: “Politisi harus menuntut keamanan sejak tahap desain, tanpa menghilangkan akses ke dunia digital yang menjadi hak mereka.” Kritikus menambahkan tantangan penegakan aturan, termasuk membedakan usia anak di dunia maya tanpa melanggar privasi.
Di Indonesia, aturan serupa tercantum dalam PP TUNAS dan Permen Komdigi No 9 Tahun 2025, yang mewajibkan platform digital melindungi anak dengan verifikasi usia dan pengawasan konten. Namun, kritik masih muncul terkait potensi over-regulasi yang membatasi kebebasan berekspresi. Perbedaannya, di Inggris penolakan datang langsung dari remaja, sementara di Indonesia sebagian besar berasal dari akademisi dan pegiat hak digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Al Nassr gagal juara ACL2 seusai kalah 0-1 dari Gamba Osaka. Cristiano Ronaldo jadi sorotan karena walk out dan tak mau menerima medali runner-up.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat