Truth Social Jual Akses Cepat Unggahan Trump Rp1,7 Miliar

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 12:37 WIB
Truth Social Jual Akses Cepat Unggahan Trump Rp1,7 Miliar

Akun Truth Social Donald Trump/Tangkapan layar

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan media sosial milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa perusahaan tersebut menawarkan layanan akses lebih cepat terhadap unggahan di platform Truth Social kepada perusahaan investasi dan pelaku pasar keuangan.

Nilai langganan yang ditawarkan tidak main-main. Menurut laporan Reuters dan sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, TMTG mematok biaya hingga 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,7 miliar per bulan untuk memperoleh akses prioritas terhadap informasi yang muncul di platform tersebut.

Kabar ini langsung menarik perhatian pelaku pasar dan pengamat politik karena unggahan Trump selama ini dikenal memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar keuangan Amerika Serikat.

Dalam beberapa kesempatan, pernyataan yang dipublikasikan melalui Truth Social mampu memicu lonjakan maupun penurunan harga saham, obligasi, hingga nilai tukar mata uang dalam waktu sangat singkat.

Salah satu contoh yang paling banyak dibahas terjadi pada April 2025 ketika pasar saham Amerika bergerak signifikan setelah Trump mengumumkan penundaan sebagian kebijakan tarif impor melalui akun media sosialnya.

Karena itu, akses lebih cepat terhadap unggahan semacam itu dianggap memiliki nilai ekonomi yang sangat besar bagi perusahaan investasi, hedge fund, maupun pelaku perdagangan berfrekuensi tinggi atau high-frequency trading.

Financial Times mengungkapkan, layanan tersebut akan dijalankan melalui produk baru bernama Truth API.

Layanan ini memungkinkan pelanggan menerima akses tercepat terhadap unggahan dari akun-akun paling berpengaruh di Truth Social, termasuk akun milik Donald Trump.

Selain paket reguler, perusahaan juga disebut menawarkan harga lebih rendah bagi pelanggan yang bersedia menandatangani kontrak jangka panjang.

Dalam skema tersebut, biaya berlangganan dapat turun menjadi sekitar 60.000 dolar AS per bulan apabila pelanggan berkomitmen menggunakan layanan selama tiga tahun.

TMTG sebelumnya telah mengumumkan peluncuran layanan data berbayar tersebut, namun tidak mempublikasikan rincian harga secara resmi.

Perusahaan menyatakan layanan akan tersedia mulai awal Agustus dan mencakup akses terhadap unggahan terbaru selama 24 jam penuh, termasuk arsip data sejak 2022.

Meski belum mengungkap identitas pelanggan, perusahaan mengklaim telah mendapatkan sejumlah peminat menjelang peluncuran resmi.

Di kalangan industri keuangan, kecepatan akses informasi memiliki nilai yang sangat tinggi.

Bagi perusahaan perdagangan algoritmik, selisih waktu beberapa milidetik saja dapat menentukan keberhasilan transaksi bernilai jutaan dolar.

Karena itu, akses eksklusif terhadap unggahan yang berpotensi memengaruhi pasar dianggap dapat memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan.

Namun, model bisnis tersebut juga memicu kritik keras dari sejumlah politisi dan kelompok pengawas etika pemerintahan.

Senator Ron Wyden dari Partai Demokrat menilai layanan tersebut berpotensi menciptakan situasi di mana keluarga Trump memperoleh keuntungan finansial dari informasi yang berasal dari seorang presiden yang sedang menjabat.

Pandangan serupa disampaikan Senator Elizabeth Warren.

Menurutnya, skema tersebut menunjukkan bagaimana akses terhadap informasi yang berkaitan dengan kebijakan publik dapat berubah menjadi komoditas bernilai tinggi yang menguntungkan kelompok tertentu.

Kritik juga datang dari Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW).

Presiden organisasi tersebut, Donald Sherman, menyebut model bisnis itu menimbulkan pertanyaan etis karena memungkinkan pihak tertentu membayar untuk memperoleh akses lebih cepat terhadap informasi yang berasal dari seorang kepala negara.

Meski demikian, sejumlah pakar hukum menyebut belum tentu ada pelanggaran hukum yang jelas dalam praktik tersebut.

Mereka menjelaskan bahwa klausul emolumen dalam Konstitusi Amerika Serikat umumnya berkaitan dengan penerimaan hadiah atau keuntungan dari pemerintah asing dan tidak secara langsung mengatur layanan data komersial seperti yang ditawarkan TMTG.

Karena itu, perdebatan utama yang muncul lebih banyak berkisar pada aspek etika dibandingkan persoalan legalitas.

Kontroversi ini sekaligus menunjukkan bagaimana informasi kini menjadi salah satu aset paling berharga dalam ekonomi digital.

Ketika pernyataan seorang presiden mampu memengaruhi pasar global hanya dalam hitungan detik, akses terhadap informasi tersebut dapat berubah menjadi komoditas bernilai jutaan dolar.

Bagi para pendukungnya, layanan baru Truth Social mungkin hanya merupakan inovasi bisnis yang memanfaatkan permintaan pasar.

Namun bagi para pengkritiknya, langkah tersebut membuka pertanyaan besar mengenai batas antara kekuasaan publik, kepentingan bisnis, dan keuntungan pribadi di era media sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online