SIM Keliling Kulonprogo: Ada di Satpas dan MPP
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Foto ilustrasi pereta/hacker. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Membayar tebusan saat terkena serangan ransomware ternyata bukan jaminan data kembali. Survei terbaru di Jepang mengungkap mayoritas perusahaan tetap gagal memulihkan sistem meski sudah membayar.
Temuan ini berasal dari survei yang dilakukan Japan Institute for Promotion of Digital Economy and Community pada Januari 2026 terhadap 1.107 perusahaan. Hasilnya, laman Kyodo melaporkan, 507 perusahaan pernah menjadi korban ransomware—jenis serangan siber yang mengunci data dan meminta tebusan untuk membukanya.
Dari ratusan korban tersebut, setidaknya 222 perusahaan mengaku memilih membayar tebusan kepada peretas. Namun hasilnya tidak sesuai harapan. Hanya 83 perusahaan yang berhasil memulihkan data, sementara 139 lainnya tetap gagal meski sudah mengeluarkan uang.
Menariknya, 141 perusahaan justru mampu memulihkan data tanpa membayar tebusan. Fakta ini memperkuat pandangan para ahli keamanan siber bahwa membayar ransomware bukan solusi efektif, bahkan berisiko mendanai aktivitas kejahatan digital.
Kerugian yang ditimbulkan pun tidak kecil. Sekitar separuh perusahaan terdampak melaporkan kerugian finansial mulai dari 1 juta yen (sekitar Rp108 juta) hingga di bawah 50 juta yen atau sekitar Rp5,4 miliar. Bahkan, 4,3 persen perusahaan mengalami kerugian lebih dari 1 miliar yen (sekitar Rp108 miliar).
Dampak lainnya adalah waktu pemulihan yang panjang. Sebanyak 176 perusahaan membutuhkan waktu antara satu minggu hingga satu bulan untuk kembali beroperasi normal. Dalam beberapa kasus, pemulihan data bahkan memakan waktu lebih dari tiga bulan. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas bisnis, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada data digital harian.
Pakar keamanan siber dari Proofpoint, Yukimi Sota, menegaskan pentingnya langkah pencegahan. Ia menyarankan perusahaan dan individu untuk selalu memperbarui sistem keamanan serta rutin melakukan pencadangan data.
Dengan memiliki cadangan data yang aman, pengguna tidak perlu bergantung pada peretas untuk memulihkan sistem. Selain itu, kewaspadaan terhadap email atau tautan mencurigakan juga menjadi kunci utama mencegah serangan ransomware.
Temuan ini menjadi peringatan bagi siapa pun yang menyimpan data digital: membayar tebusan bukan solusi. Perlindungan terbaik tetap ada pada pencegahan dan kesiapan menghadapi serangan sejak awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1
SUV misterius Honda tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di Kanada. Desainnya berbeda dari CR-V saat ini dan memunculkan spekulasi soal hadirnya Accord SU
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Film Ketok Mejik tayang 13 Agustus 2026. Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto bintangi komedi horor tentang bengkel terbelit utang dan palu sakti. Cek si
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi