Microsoft Mulai Tinggalkan Branding Copilot+ PC, Fitur AI Tetap Berlanjut

Jumali
Jumali Sabtu, 26 September 2026 18:17 WIB
Microsoft Mulai Tinggalkan Branding Copilot+ PC, Fitur AI Tetap Berlanjut

Microsoft

Harianjogja.com, JOGJA—Microsoft mulai mengurangi penggunaan nama Copilot+ PC pada perangkat Windows generasi terbaru. Meski demikian, perubahan tersebut tidak berarti fitur maupun standar teknis PC berbasis AI itu dihentikan.

Perubahan branding tersebut terlihat pada perangkat Surface terbaru. Saat memperkenalkan Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci generasi terbaru, Microsoft tidak lagi menjadikan istilah Copilot+ PC sebagai bagian dari nama produk.

Brett Ostrum, Corporate Vice President Microsoft Surface, mengonfirmasi perubahan tersebut kepada Windows Central. Ia mengatakan perangkat terbaru tersebut memang tidak disebut sebagai Copilot+ PC, meskipun tetap memenuhi standar yang sebelumnya ditetapkan untuk kategori tersebut.

Menurut Ostrum, Microsoft kini lebih menekankan pengalaman AI yang berjalan secara lokal di perangkat atau edge computing, termasuk kemampuan menjalankan solusi AI secara hibrida.

Perubahan ini menunjukkan bahwa Microsoft tampaknya mulai menggeser strategi pemasaran. Label Copilot+ PC yang diperkenalkan pada 2024 tidak lagi menjadi identitas utama perangkat AI Windows, sementara kemampuan yang menjadi dasar kategori tersebut tetap dipertahankan.

Standar Copilot+ PC Masih Berlaku

Meski labelnya mulai jarang digunakan dalam nama produk, Microsoft belum menghapus kategori Copilot+ PC dari ekosistem Windows.

Dokumentasi resmi Microsoft masih mendefinisikan Copilot+ PC sebagai kelas PC Windows 11 dengan NPU yang mampu menghasilkan lebih dari 40 triliun operasi per detik atau TOPS. Sejumlah pengalaman AI eksklusif, seperti Recall, Cocreator, Windows Studio Effects, Live Captions, dan Automatic Super Resolution, masih dikaitkan dengan kategori tersebut.

Microsoft juga masih mencantumkan Surface Pro 12 inci dengan RAM 16 GB atau lebih serta Surface Laptop 13 inci dengan RAM 16 GB atau lebih sebagai perangkat yang mendukung pengalaman Copilot+ PC.

Artinya, yang berubah terutama adalah cara Microsoft memasarkan kategori tersebut, bukan penghapusan kemampuan AI yang sudah menjadi bagian dari perangkat.

Microsoft bahkan masih memiliki halaman khusus Microsoft Store untuk jajaran Surface Copilot+ PC. Di dalamnya terdapat Surface Pro 12 inci generasi kedua dan Surface Laptop 13 inci generasi kedua.

Qualcomm: Pengalaman AI Tetap Menjadi Fokus

Kedar Kondap, Senior Vice President Compute and Gaming Qualcomm, juga mengisyaratkan perubahan pendekatan tersebut.

Menurutnya, tujuan awal Copilot+ PC adalah menetapkan standar perangkat yang mampu menghadirkan pengalaman AI tertentu, termasuk penggunaan NPU dengan performa tinggi. Kini, perangkat dengan kemampuan serupa dapat tetap menawarkan pengalaman AI tersebut tanpa harus menggunakan label Copilot+ PC.

Dengan demikian, konsumen kemungkinan tetap akan menemukan komputer Windows dengan NPU berkemampuan tinggi dan fitur AI lokal, tetapi tidak selalu melihat nama Copilot+ PC pada kemasan atau materi pemasarannya.

Recall Sempat Menjadi Masalah

Perubahan citra Copilot+ PC tidak dapat dilepaskan dari perjalanan fitur AI tersebut sejak diperkenalkan pada 2024.

Salah satu fitur yang menjadi perhatian utama ketika kategori ini diluncurkan adalah Recall. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna menemukan kembali aktivitas yang pernah dilakukan di komputer melalui rekaman tangkapan layar secara berkala.

Namun, Recall mendapat kritik dari peneliti keamanan dan pemerhati privasi. Microsoft kemudian menunda peluncurannya dan melakukan perubahan pada mekanisme keamanan sebelum fitur tersebut tersedia lebih luas. Windows Central menilai kontroversi tersebut ikut memengaruhi persepsi terhadap branding Copilot+ PC.

Dalam perkembangan berikutnya, sejumlah produsen PC juga tidak lagi menjadikan istilah Copilot+ PC sebagai bagian utama dari nama maupun materi pemasaran perangkat mereka.

Bahkan, menurut pengamatan Windows Central, perangkat Surface yang diluncurkan Microsoft pada 2026 tidak menggunakan label Copilot+ PC dalam nama produknya, berbeda dengan sejumlah perangkat generasi sebelumnya.

Microsoft dan Nvidia Dorong Era Personal AI

Di sisi lain, perkembangan PC AI justru terus bergerak. Microsoft menggandeng Nvidia untuk menghadirkan platform komputasi yang lebih berfokus pada kemampuan menjalankan AI secara lokal.

Salah satunya adalah Nvidia RTX Spark, platform yang menggunakan superchip dengan performa AI hingga 1 petaflop dan memori terpadu hingga 128 GB. Nvidia memosisikan RTX Spark sebagai fondasi PC Windows yang dirancang untuk menjalankan personal AI agents secara lokal.

RTX Spark juga membawa ekosistem CUDA dan RTX ke perangkat yang dirancang untuk kebutuhan AI, termasuk pengembangan model, pembuatan konten, pemrosesan video, dan penggunaan agen AI.

Nvidia menyebut platform tersebut dapat digunakan untuk menjalankan model bahasa berukuran besar secara lokal, menghasilkan video dengan bantuan AI, mengedit video beresolusi tinggi, hingga menangani aplikasi kreatif yang membutuhkan kemampuan komputasi besar.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa industri PC mulai bergerak dari sekadar memberi label “AI PC” menuju penekanan pada kemampuan AI yang benar-benar dapat dijalankan di perangkat.

Bukan Berarti PC AI Dihentikan

Dengan perubahan tersebut, istilah Copilot+ PC memang berpotensi semakin jarang terlihat pada perangkat Windows baru. Namun, teknologi di baliknya tidak ikut dihentikan.

NPU tetap menjadi komponen penting untuk menjalankan AI secara lokal. Microsoft juga masih menyediakan fitur-fitur yang menjadi bagian dari pengalaman Copilot+ PC pada perangkat yang memenuhi persyaratan.

Karena itu, perubahan ini lebih tepat dipandang sebagai pergeseran strategi branding Microsoft, bukan berakhirnya era PC AI.

Labelnya mungkin semakin tidak terlihat, tetapi kemampuan menjalankan AI langsung di komputer justru menjadi bagian yang semakin penting dalam perkembangan Windows dan perangkat keras PC.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online